Ilustrasi pengadilan. (JIBI/Solopos/Reuters) Ilustrasi pengadilan. (JIBI/Solopos/Reuters)
Selasa, 7 November 2017 08:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PERAMPOKAN SEMARANG
Pembunuh Dokter RS Telogorejo Dituntut 13 Tahun

Perampokan yang disertai pembunuhan terhadap dokter RS Telogorejo Semarang membuat pelakunya dituntut hukuman 13 tahun penjara.

Solopos.com, SEMARANG — Supardi, 22, terdakwa kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap dokter RS Telogorejo yang juga staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nanik Tri Mulyani, dituntut hukuman 13 tahun penjara.

Jaksa penuntut umum Indah Laila dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (6/11/2017), menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 365 KUHP tentang Pencurian. Tuntutan itu disampaikan jaksa setelah Supardi lolos untuk dakwaan pertama, yakni Pasal 339 KUHP tentang Pembunuhan yang Disertai dengan Tindak Pidana Lain.

“Perbuatan terdakwa menyebabkan kematian terhadap korban Nanik Tri Mulyani,” papar Indah Laila. Tuntutan 13 tahun penjara itu ia ajukan karena terdakwa sudah cukup lama bekerja pada korban. Selain itu, terdakwa dinilai berbelit-belit selama persidangan.

Dalam aksinya, terdakwa Supardi bersama seorang pelaku lain yang saat ini masih buron, Suparman, berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban, termasuk sebuah mobil. Kasus itu, di pengujung April 2017 lalu, sempat menggegerkan Semarang—terutama civitas academica Universitas Diponegoro (Undip), setelah jasad Nanik Trimulyani Arifin, 70, ditemukan di parit Desa Tanjunanom, Kabupaten Banjarnegara.

[Baca juga Dirampok, Dokter RS Telogorejo Ditemukan Tewas di Parit]

Atas tuntutan tersebut, penasihat hukum terdakwa, Andi Oktavian, menilai tuntutan jaksa tersebut terlalu berat. Padahal, lanjut dia, terdakwa bukanlah pelaku utama dalam tindak pidana perampokan yang berbuntut pembunuhan Nanik Trimulyani Arifin itu.

Ia berkilah terdakwa Supardi hanyalah orang yang membantu Suparman sebagai pelaku utama perampokan yang berbuntut pembunuhan Nanik Trimulyani Arifin. Saat ini, Suparman masih buron. “Kami harapkan putusan hakim nantinya bisa memenuhi asas keadilan,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…