Polisi menunjukkan tas hitam berisi bayi yang ditemukan di Perumahan Panda Timur 1 RT 007/RW 010, Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017) siang. (Facebook.com-Rahmulyo Adi Wibowo) Polisi menunjukkan tas hitam berisi bayi yang ditemukan di Perumahan Panda Timur 1 RT 007/RW 010, Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017) siang. (Facebook.com-Rahmulyo Adi Wibowo)
Selasa, 7 November 2017 18:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PENEMUAN BAYI SEMARANG
Ditemukan di Pedurungan, Bayi Ini Bawa Sepucuk Surat

Penemuan bayi yang dilengkapi dengan sepucuk surat terjadi di Pedurungan, Kota Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Penemuan sesosok bayi terjadi di depan rumah salah seorang warga Perumahan Panda Timur 1 RT 007/RW 010, Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (7/11/2017) siang. Bayi tersebut ditemukan bersama sepucuk surat yang diduga dari orang tak bertanggung jawab yang telah membuangnya.

Polisi menunjukkan surat yang ditemukan bersama sesosok bayi di Perumahan Panda Timur 1 RT 007/RW 010, Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017) siang. (Facebook.com-Rahmulyo Adi Wibowo)

Polisi tanpa sarung tangan menunjukkan surat yang ditemukan bersama sesosok bayi di Perumahan Panda Timur 1 RT 007/RW 010, Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jateng, Selasa (7/11/2017) siang. (Facebook.com-Rahmulyo Adi Wibowo)

Aiptu Ari, aparat dari Polsek Pedurungan yang menangani kasus penemuan bayi di Kota Semarang tersebut, mengungkapkan ada kertas bertuliskan pesan pada tas hitam yang juga digunakan untuk membungkus si bayi malang itu. “Tadi di Kelurahan Palebon memang ditemukan bayi, ada surat yang intinya titip minta tolong untuk merawat bayinya,” ujar Ari kepada Semarangpos.com melalui sambungan telepon.

Bukan hanya kalimat yang meminta untuk merawat anak tersebut, pada surat itu juga terdapat nama dan tanggal lahir si bayi, yakni Tegar Narendra yang lahir pada 7 November 2017. “Tolong rawat anak saya. Tegar Narendra. 7 Nov 2017,” begitu tulisan yang terdapat pada sepucuk surat tersebut.

Malangnya, bayi yang terbungkus tas hitam itu sudah meninggal dunia saat ditemukan. Ari menjelaskan jasad bayi dalam kisah tragis itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi Kota Semarang. “Bayinya tadi sudah langsung dibawa ke [RSUP] Kariadi,” jelas Ari.

Menurut Ari, kisah tragis penemuan bayi di Kota Semarang itu masih dalam penyelidikan aparat. Ari membeberkan Polsek Pedurungan belum bisa memastikan pelakunya. “Belum ketemu pelakunya, ya masih diselidiki,” tandas Ari. (Ginanjar Sapurta/JIBI/Semarangpos/com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…