Petugas kepolisian Bantul merazia sejumlah kendaraan bermotor pada Rabu (1/11/2017) dalam Operasi Zebra Progo 2017. (Istimewa/Humas Polres Bantul) Petugas kepolisian Bantul merazia sejumlah kendaraan bermotor pada Rabu (1/11/2017) dalam Operasi Zebra Progo 2017. (Istimewa/Humas Polres Bantul)
Selasa, 7 November 2017 09:40 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Operasi Zebra Tak Main-Main, Sudah 12.339 Pengendara Ditilang Polisi

Operasi Zebra 2017 menemukan belasan ribu pelanggaran berkendara.

Solopos.com, SLEMAN— Hingga hari kelima pelaksanaan Operasi Progo Zebra 2017, sebanyak 12.339 tilang sudah dilayangkan petugas. Ketidaklengkapan surat kendaraan merupakan  pelanggaran yang paling banyak ditemukan.

Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Usman Latif mengatakan selain tilang dilayangkan pula sebanyak 4.584 teguran untuk pelanggaran yang sifatnya ringan. “ Hasilnya sekitar 12.000 tilang yang kebanyakan pelanggarannya kasat mata, surat-surat, helm, dan lawan arus sesuai TO [target operasi],” ujarnya ditemui di Mapolda DIY pada Senin (6/10/2017). Sebagian besar pelanggaran dilakukan oleh pengguna kendaraan roda dua.

Dirlantas mengatakan jika secara keseluruhan diharapkan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas meningkat karena penindakan serupa akan terus dilakukan di luar operasi yang dijalankan selama dua pekan ini. Dalam pelaksanaannya juga, terjadi satu kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan satu korban jiwa di Gunungkidul.

Ia juga menyinggung mengenai hoaks adanya broadcast yang menyebar di masyarakat mengenai titik lokasi pelaksanaan operasi ini. Ditegaskannya jika sumber informasi tersebut bukan berasal dari kepolisian.

Broadcast yang jelas bukan dari saya tapi saya ilhami membantu orang jadi tertib saja,” katanya. Meski demikian, ia menambahkan jika informasi serupa yang berasal dari TMC dipastikan valid dan resmi adanya.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…