Ilustrasi anggota Polri pelaksana Operasi Zebra Candi 2017. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Ilustrasi anggota Polri pelaksana Operasi Zebra Candi 2017. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Selasa, 7 November 2017 16:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

OPERASI ZEBRA CANDI 2017
Sepekan Digelar, Polrestabes Semarang Jaring 3.500 Pelanggar

Operasi Zebra Candi 2017 yang digelar di Kota Semarang menjaring ribuan pelanggar dalam sepekan.

Solopos.com, SEMARANG — Baru sepekan digelar, Operasi Zebra Candi 2017 yang digelar di Kota Semarang telah menjaring sekitar 3.500 pelanggar peraturan lalu lintas. Mayoritas pelanggar itu merupakan para pengendara kendaraan roda dua atau sepeda motor.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardhi, menyebutkan Operasi Zebra Candi 2018 digelar selama dua pekan, Rabu-Selasa (1-14/11/2017). Operasi ini digelar demi menggalakkan ketertiban berlalu lintas bagi para pengguna jalan.

“Sejauh ini operasinya berjalan lancar. Tapi masih banyak pengendara baik roda dua maupun roda empat yang terjaring dalam operasi. Padahal, baru sepekan operasinya digelar,” ujar Yuswanto saat dihubungi Semarangpos.com, Selasa (7/11/2017).

Kasatlantas menyebutkan dari sekian banyak pelanggar yang terjaring razia, rata-rata merupakan pengendara sepeda motor. Pelanggar itu rata-rata berusia sekitar 22 tahun-30 tahun. “Selama sepekan digelar cukup banyak yang terjaring. Jumlahnya mencapai 3.200-3.500 pelanggar yang terjaring razia,” imbuh Kasatlantas.

Kasatlantas menambahkan mayoritas pelanggar yang terjaring merupakan pengendara sepeda motor. Mereka terjaring razia karena tidak membawa kelengkapan administrasi seperti SIM dan STNK maupun tidak menyalakan lampu saat siang hari.

“Selain pengendara motor ada juga pengendara roda empat yang terjaring razia. Jumlah pengendara kendaraan roda empat yang terjaring operasi sekitar 600 unit-700 unit. Sementara, truk sekitar 28 unit. Mereka ditertibkan karena mengangkut muatan melebihi kapasitas,” beber Kasatlantas.

Kasatlantas berharap selama digelarnya Operasi Zebra Candi 2017 ini masyarakat bisa lebih tertib dalam berkendara. Tertib berlalu lintas, menurut Yuswanto merupakan cermin budaya dan perilaku bangsa.

“Jadi ini [budaya tertib berlalu lintas] harus benar-benar digalakan. Apalagi setelah ini kami juga akan gelar Operasi Lilin Candi pada akhir tahun nanti,” tutur mantan Kapolsek Laweyan Solo itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…