Pekerja mengerjakan proyek Gedung Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri di Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Senin (6/11/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Pekerja mengerjakan proyek Gedung Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri di Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Senin (6/11/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Selasa, 7 November 2017 05:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Kerja Tak Sesuai Target, Kontraktor Ini Kena Semprot Disdikbud Wonogiri

Disdikbud Wonogiri menegur rekanan proyek yang hasil kerjanya tak sesuai target.

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri menegur kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan aula kantor dinas tersebut karena progres pekerjaannya tak sesuai target. Pekerjaan tersebut terlambat lebih dari 2 persen.

Kontraktor hanya memiliki waktu lebih kurang sebulan untuk menyelesaikan pekerjaan. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (6/11/2017), proyek itu dikerjakan PT Wijaya Gugus Persada, Semarang, selama 130 hari kalender dengan anggaran Rp6,24 miliar berdasar kontrak 425.1/3515 tertanggal 8 Agustus 2017.

Masa pemeliharaan selama 180 hari. Pekerjaan membangun gedung aula dilengkapi basement untuk parkir. Gedung itu dekat Kantor Disdikbud di Bulusulur, Kecamatan Wonogiri.

Pantauan Solopos.com, sejumlah orang mengerjakan proyek di beberapa bagian. Selain membangun gedung, ada pula pekerja yang membuat jalan menggunakan ekskavator.

Kepala Disdikbud Wonogiri, Siswanto, mengaku menegur kontraktor belum lama ini karena progres pekerjaan tak mencapai target. Berdasar catatan terakhir, Senin (30/10/2017) lalu, progres yang harus dicapai hari itu 49,621 persen.

Namun, progres yang tercapai 47,343 persen atau terlambat 2,187 persen. Atas kondisi itu Siswanto menegur secara tertulis sekaligus meminta agar rekanan menggenjot pekerjaan dengan menambah pekerja dan waktu pengerjaan.

Selama ini kontraktor sudah bekerja lembur sampai pukul 22.00 WIB. Diharapkan jam kerja ditambah beberapa jam. “Pekerja dan jam kerja perlu ditambah agar kontraktor bisa mengejar ketertinggalan progres pekerjaan,” kata Siswanto.

Sekretaris Disdikbud, Sriyanto, meyakini pekerjaan bakal rampung sesuai batas waktu yang ditentukan, yakni 14 Desember. Seluruh material sudah berada di lokasi proyek. Hal itu menunjukkan kontraktor memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.

Menurut dia, pekerjaan berlangsung lancar. Dia mengevaluasi setiap dua pekan sekali dengan melibatkan seluruh komponen proyek, seperti kontraktor, konsultan pengawas, dan sebagainya.

“Material yang dibutuhkan sudah masuk lokasi proyek. Jadi, kontraktor bisa menggenjot pekerjaan secara maksimal. Terlebih pekerja saat ini sudah mencapai 100-an orang,” kata dia.

Merujuk pada batas akhir pekerjaan, berarti kontraktor memiliki waktu 38 hari lagi untuk menyelesaikan proyek. Pada sisi lain pekerjaan yang belum digarap masih lebih dari separuh.

Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri turut mengawal proyek tersebut. Ketua TP4D, Triyanto, menegaskan TP4D bekerja untuk memastikan kegiatan dilaksanakan sesuai spesifikasi, kualitas, dan rampung tepat waktu.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…