Polisi mengamankan lokasi kecelakaan bus menabrak pengendara motor di Jl. Tanon-Sidoharjo, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Selasa (7/11/2017). (Istimewa/Grup Facebook Kumpulan Wong Sragen) Polisi mengamankan lokasi kecelakaan bus menabrak pengendara motor di Jl. Tanon-Sidoharjo, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Selasa (7/11/2017). (Istimewa/Grup Facebook Kumpulan Wong Sragen)
Selasa, 7 November 2017 17:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KECELAKAAN SRAGEN
 Bus Rombongan Penerima Sertifikat Tanah dari Presiden Tabrak Pengendara Motor

Bus pengangkut rombongan penerima sertifikat tanah dari Presiden di Sragen menabrak pengendara motor.

Solopos.com, SRAGEN — Bus Rosalia Indah berpelat nomor AD 1455 DF yang ditumpangi rombongan warga Desa Sambiduwur, Sragen, yang akan menerima sertifikat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengalami kecelakaan di jalan Tanon-Sidoharjo, Dukuh Nglombo RT 003/RW 002, Desa Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Selasa (7/11/2017).

Bus tersebut menabrak pengendara motor Honda Scoopy berpelat nomor AD 6371 AYE yang akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Mapolres Sragen, peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 09.45 WIB. (Baca: H-1 Pernikahan Kahiyang, Presiden Jokowi Bagikan 10.200 Sertifikat Tanah di Sragen)

Saat itu bus yang membawa rombongan warga Sambiduwur penerima sertifikat dari Presiden masih dalam perjalanan menuju Stadion Taruna Sragen. Bus itu dikemudikan Parwanto, 29, warga Setabelan RT 003/RW 006, Banjarsari, Solo.

Kanit Laka Satlantas Polres Sragen Iptu Sudarmaji mewakili Kasatlantas AKP Dwi Erna Rustanti dan Kapolres AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Senin siang, mengungkapkan pengendara sepeda motor yang tertabrak bus dan meninggal dunia di lokasi kejadian itu atas nama Suprapto, 50, warga Dukuh Jenak RT 007/RW 011, Patihan, Sidoharjo, Sragen.

Dia menjelaskan saat itu Suprapto mengendarai motor Honda Scoopy dengan membawa pompa air di jok belakang. Posisi Suprapto berada di depan bus yang berjalan searah dari arah Barat atau Gemolong ke timur atau Sragen. Saat mendekati lokasi kejadian, Suprapto berusaha mendahului mobil tak dikenal yang menepi.

“Saat hendak mendahului itu entah apa gerangan yang terjadi, tiba-tiba motor Suprapto tergelincir dan Suprapto jatuh ke kanan. Di saat bersamaan bus itu melintas. Suprapto jatuh mengenai bodi samping kiri bus,” ujarnya.

Suprapto mengalami luka berat dengan pendarahan pada mulut, pipi kanan lecet, rahang leher patah, tangan kanan lecet, tangan kiri patah tertutup, dada dalam remuk, kaki kanan dan kiri lecet. Nyawa Suprapto melayang dalam kecelakaan maut itu.

Sudarmaji bersama anggota Satlantas langsung menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan kendaraan. Selain itu, Sudarmaji dan personel Satlantas lainnya langsung melakukan olah kejadian perkara.

“Beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Korban langsung dibawa ke RSUD dr. Soehadi Pirjonegoro Sragen. Bus dan motor diamankan kemudian menghubungi keluarga korban. Korban diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman,” tuturnya.

lowongan pekerjaan
PT.BANK PERKREDITAN RAKYAT, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…