Ratusan pelayat memadati rumah mantan pemain Persis dan Arseto era 1990-an, Wiranto “Tolang” di Jl. Markisa Karangasem Laweyan Selasa (7/11/2017). (Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos)
Selasa, 7 November 2017 20:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

KABAR DUKA
Wiranto “Tolang” Berpulang Sebelum Reuni Arseto

Kabar duka mewarnai sepak bola Indonesia.

Solopos.com, SOLO – Lama tak terdengar kabarnya setelah memutuskan pensiun di akhir 1990-an, eks kiper Persis Solo dan Arseto Solo, Wiranto “Tolang”, muncul dalam daftar pemain Arseto yang bakal hadir dalam reuni akbar tim itu, 17-19 November 2017. Tolang bersama 70-an eks Arseto lain seperti Ricky Yacobi, Eddy Harto hingga Rully Nere siap “turun gunung” untuk bersilaturahmi di Solo. Kabar yang disambut penikmat sepak bola Kota Bengawan dengan bergairah.

[Baca: Arseto Gelar Reuni Akbar]

Namun manusia memang hanya bisa berencana. Kurang dari dua pekan penyelenggaraan reuni akbar, Tolang harus berpulang selamanya. Lelaki 44 tahun itu meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Selasa (7/11/2017) setelah mengalami gagal ginjal dan diabetes dua tahun terakhir. Tolang sempat tak bisa melihat karena komplikasi penyakitnya sebelum meninggal dan dikebumikan di TPU Pracimaloyo, Selasa siang.

Kabar ini pun bak petir di siang bolong bagi para pemain Persis dan Arseto era 1990-an. Di rumah duka, Jl. Markisa, Kelurahan Karangasem, Laweyan, sejumlah legenda Persis dan Arseto seperti Ahmad Sukisno, Triyanto “Kethul”, Yanis Ucok, Bambang Nugroho, Ananto hingga Ahmad Arif tampak di antara ratusan pelayat.

Mereka terpukul dengan kepergian lelaki yang pernah membawa Persis tampil di empat besar Divisi I di Manado tahun 1995 itu. “Dia orangnya baik, tekun. Mau belajar dengan para senior,” kenang Triyanto “Kethul” saat berbincang dengan Solopos.com di rumah duka.

[Baca Juga: Inilah Deretan Mantan Pemain Arseto yang Bakal Ikut Reuni]

Karier Tolang di Persis maupun Arseto memang tak secemerlang kiper lain di masanya. Lelaki yang setelah pensiun banting setir menjadi penjual bebek goreng itu bahkan bisa dibilang kiper cadangan abadi di kedua klub.

Saat membela Persis senior tahun 1995-1996, dia kalah bersaing dengan Ratmoko. Tolang pun makin akrab menghuni bangku cadangan setelah membela Arseto tahun 1997. Hal ini tak lepas dari keberadaan kiper legendaris I Komang Putra.

Namun bukan berarti Tolang tak berkontribusi bagi timnya. Dia pernah menjadi bagian generasi emas Persis Junior yang tampil di partai puncak Piala Koni U-20 tahun 1993 di Stadion Citarum, Semarang. Saat itu Tolang tak tergantikan di bawah mistar gawang Laskar Sambernyawa.

Sayang blundernya di babak final membuat Persis takluk dari Diklat Salatiga. “Namun setelah itu performanya makin menanjak dan masuk tim senior Persis,” tutur Kethul.

Striker Persis era 1990-an, Yanis Ucok, mengenang Tolang sebagai pemain yang berdedikasi tinggi meski lebih banyak menghabiskan karier sebagai kiper pengganti. Tolang pun disebut sebagai kiper berani. Menurut Yanis, julukan Tolang yang melekat pada nama almarhum tak lepas dari kemampuannya menggagalkan bola-bola atas. “Dia tak segan terbang, jatuh bangun menepis bola. Pokoknya kendel,” ucap Yanis.

Tak hanya bertepatan dengan rencana reuni Arseto, kepergian Tolang ternyata hanya berjarak sehari dengan HUT ke-94 Persis yang jatuh Rabu (8/11/2017). Selamat jalan kiper pemberani!

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…