Tamu menunjukkan suvenir dalam prosesi siraman putri Presiden Jokowi Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, Selasa (7/11/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Tamu menunjukkan suvenir dalam prosesi siraman putri Presiden Jokowi Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, Selasa (7/11/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Selasa, 7 November 2017 12:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

JOKOWI MANTU
Tamu Prosesi Siraman Kahiyang Dapat Sepaket Suvenir, Ini Isinya

Jokowi mantu, tamu undangan saat acara siraman Kahiyang mendapatkan suvenir.

Solopos.com, SOLO — Tamu undangan dalam prosesi siraman putri Presiden Jokowi Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, di kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo, Selasa (7/11/2017) pagi, mendapat sepaket suvenir.

Salah seorang tamu undangan prosesi siraman Kahiyang, Diah Maharsih, menceritakan dirinya mendapat suvenir berupa alat mandi setelah menghadiri prosesi siraman pernikahan putri Presiden.

“Saya mendapat sabun, sisir dan handuk yang dikemas dalam sebuah kotak,” ungkap Diah.

Diah Maharsih menyebut prosesi siraman berlangsung sangat khidmat. Dia menceritakan Presiden Jokowi, Ibu Iriana, dan Kahiyang melaksanakan serangkaian kegiatan prosesi tanpa canggung.

Diah mengapresiasi keluarga presiden yang menggelar pernikahan dengan menggunakan prosesi adat jawa. Hal itu menjadi simbol keluarga presiden benar-benar nguri-uri budaya.

Tamu undangan lainnya yang merupakan kolega Ibu Negara, Titik Hardono, 52, menyebut serangkaian kegiatan dalam prosesi siraman dilakukan dengan sungguh-sungguh baik oleh Presiden Jokowi, Ibu Iriana, maupun sang calon pengantin wanita. Titik tidak melihat keluarga Presiden canggung dalam melaksanakan serangkaian prosesi tersebut.

“Saya melihat Mbak Kahiyang meneteskan air mata. Suasana di dalam sungguh khidmat. Tidak ada yang kelihatan canggung,” kata Titik saat ditemui di Jl. Letjen Suprapto Solo, Selasa pukul 10.30 WIB.

Titik datang setelah mendapat undangan dari Ibu Negara. Titik merupakan rekan pengajian ibu Negara dalam kelompok pengajian Bening Ati. Bukan hanya Titik, beberapa anggota kelompok pengajian Bening Ati lainnya juga diundang dalam prosesi siraman.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…