Karangan bunga untuk putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, di kawasan Gedung Graha Saba Buana, Solo, Selasa (7/11/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Karangan bunga untuk putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, di kawasan Gedung Graha Saba Buana, Solo, Selasa (7/11/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 7 November 2017 18:27 WIB Hijriah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

JOKOWI MANTU
Beberapa Pawang Hujan Ritual Doa Solo Tak Diguyur Hujan

Jokowi mantu, prosesi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution mulai digelar Selasa (7/11/20167) pagi.

Solopos.com, SOLO — Beberapa pawang hujan beramai-ramai ritual memanjatkan agar selama dua hari Solo tak diguyur hujan. Sejak Selasa (7/11/2017) pagi, langit mendung menggantung di Kota Solo namun belum turun hujan. Padahal sejak Senin (6/11/2017) sore hingga malam hari Solo diguyur hujan deras.

Bambang ART, budayawan Solo yang juga pawang hujan (Istimewa)

Bambang ART, budayawan Solo yang juga pawang hujan (Istimewa)

Rangkaian prosesi pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kahiyang Ayu dengan M.Bobby Afif Nasution sudah dimulai dengan dijalankannya tradisi siraman, Selasa (7/11/2017) pagi.

Prosesi ini masih terus berlanjut hingga nanti malam yakni prosesi midodareni yang bakal dihadiri ribuan orang. Sementara besok Rabu (8/11/2017), juga masih ada ijab kabul dan resepsi. (Baca: Tarif Pawang Hujan)

Resepsi akan diselenggarakan dua sesi yakni sesi siang dan malam. Kondisi cuaca serta prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mungkin menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak kalangan yang ikut sibuk serta mangayubagyo pernikahan putri Presiden itu. Untuk menghalau hujan, apakah Jokowi memakai pawang hujan?

Budayawan Solo yang juga seorang pawang hujan, Bambang ART, mengaku tidak mendapatkan tugas khusus dari Jokowi untuk menghalau hujan pada Selasa-Rabu ini. Namun, selama perhelatan dia senantiasa akan memanjatkan doa agar acara Jokowi mantu berjalan lancar, aman, tidak ada kejadian, dan tidak ada hujan deras. (Baca: Aksi Pawang Hujan Memindah Awan)

“Memang saya dan juga beberapa teman pawang tidak ada mandat khusus dari Pak Jokowi tapi kami sepakat untuk sama-sama berdoa. Berdoa agar tidak ada hujan kan bisa dilakukan dari mana saja tidak harus saya datang ke sana [Sumber],” kata Bambang, saat berbincang dengan Solopos.com, di Museum Keris, Selasa.

Bambang yakin, atas doa warga Solo semuanya termasuk keinginan para pawang hujan, hujan bakal absen dari Kota Solo untuk dua hari ini.

“Anda bisa lihat, beberapa hari ini Solo selalu diguyur hujan deras kalau sore atau malam hari. Memang ini sudah musimnya penghujan ya. Semoga dua hari ini tidak hujan.”

Budayawan Solo, ST.Wiyono, juga menjelaskan sebagai orang Jawa, ada kemungkinan Jokowi tetap memakai pawang hujan agar selama dua hari penyelenggaraan rangkaian prosesi pernikahan putrinya berjalan lancar tanpa ada hujan.

“Kalaupun bukan Jokowi sendiri yang mempersiapkan [pawang hujan], tentu ada anggota keluarganya yang lain yang mempersiapkan,” kata Wiyono.

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…