Jembatan Mojo menjadi akses penghubung utama Kota Solo-Sukoharjo. (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos) Jembatan Mojo menjadi akses penghubung utama Kota Solo-Sukoharjo. (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)
Selasa, 7 November 2017 05:00 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Jembatan Mojo Butuh Perbaikan Total, Kendaraan Berat Dilarang Melintas

Jembatan Mojo yang menghubungkan Solo dan Sukoharjo membutuhkan perbaikan total.

Solopos.com, SOLO — Jembatan Mojo di Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, yang ditutup untuk perbaikan sejak Jumat (27/10/2017) telah dibuka kembali pada Minggu (5/11/2017) malam.

Kendati demikian, tidak semua kendaraan akan diperbolehkan melintas di jembatan tersebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyebut kekuatan Jembatan Mojo sudah jauh berkurang sehingga kendaraan berat mesti dilarang melintas. (Baca: Ini Alasan Jembatan Mojo Harus Ditutup Total selama Perbaikan)

Pemkot bahkan menyebut jembatan itu membutuhkan perbaikan total atau dibangun ulang. Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto mengatakan segera mengajukan bantuan anggaran ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk pembangunan ulang Jembatan Mojo.

“Jembatan [Mojo] itu dibangun pada 1985 dan belum pernah ada perbaikan total. Padahal kekuatan jembatan sudah menurun,” katanya kepada wartawan, Senin (6/11/2017).

Agar jembatan itu bertahan lebih lama, Pemkot akan membatasi kendaraan berat yang melintas di jalan tersebut. Pemkot akan memasang rambu larangan kendaraan berat melintas di jembatan tersebut. “Misalnya dulu jembatan bisa dilewati kendaraan berat tonase 10 ton, tapi nanti kita kurangi setengahnya,” kata Budi. (Baca: Jembatan Mojo Ditutup, Pengendara Motor Padati Jembatan Sasak Beton-Gadingan)

Budi segera mengusulkan pembangunan ulang jembatan ke Pemprov Jateng. Meski berstatus jembatan milik kota, jembatan tersebut merupakan penghubung lintas daerah sehingga permohonan bantuan anggaran diajukan ke Pemprov Jateng. Harapannya, Pemprov Jateng mengucurkan bantuan anggaran untuk pembangunan Jembatan Mojo.

“Jembatan ini sangat vital karena menghubungkan Sukoharjo dan Solo. Jadi seperti kemarin saja saat jembatan ditutup untuk perbaikan, warga harus memutar lewat Jurug atau Bacem,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo, Nur Basuki, mengatakan selama ini perawatan Jembatan Mojo baru sebatas perbaikan penguatan pelat girder (besi yang membentang sepanjang jembatan). Padahal kondisi jembatan tersebut membutuhkan perbaikan secara menyeluruh.

“Usia jembatan Mojo itu sudah tua. Banyak mur baut yang longgar dan juga abutmen yang butuh diperbaiki,” katanya. (Baca: Jalan Ciu Sukoharjo Macet 2 Km karena Jembatan Mojo Ditutup)

Jembatan Mojo merupakan jembatan rangka baja satu-satunya yang dikelola Pemkot Solo. Sejak dibangun 1985, jembatan tersebut belum tersentuh perbaikan secara menyeluruh.

Nur Basuki memperkirakan ada 30 persen bagian jembatan yang perlu dirawat. Dari sisi fisik memang jembatan di Jl. Kyai Mojo, Semanggi itu terlihat baik. Namun perbaikan wajib dilaksanakan karena beban kendaraan yang melewati jembatan sudah tidak dapat terukur.

Karena itu, Pemkot berencana mengatur tonase kendaraan yang melintas di jembatan tersebut. “Anggaran dari APBD Solo terbatas dan hanya untuk pemeliharaan,” tuturnya.

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…