Ilustrasi embung (JIBI/Harian Jogja/Dok) Ilustrasi embung (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Selasa, 7 November 2017 11:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INFRASTRUKTUR JATENG
Pemprov Targetkan Bangun 45 Embung di 2018

Infrastruktur berupa 45 embung ditargetkan dibangun Pemprov Jateng sepanjang 2018.

Solopos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan membangung 45 embung selama tahun 2018 nanti. Pembangunan embung ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat Jateng terkait penyediaan air baku, asupan air tanah, irigasi pertanian, maupun pengendalian bencana banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Jawa Tengah (Jateng), Prasetyo Budie Yuwono, menjelaskan selama 2013-2018 Pemprov Jateng menargetkan membangun sekitar 119 embung. Hingga saat ini sudah ada  74 embung baru yang dibangun di sejumlah daerah di Jateng.

“Pembangunan embung ini merupakan kelanjutan dari program pemerintah pusat untuk memperbanyak embung di daerah yang rawan banjir dan kurangnya asupan air tanah. Kebetulan selama 2013 kita sudah membangun 74 embung dan tinggal 45 embung lagi,” ujar Prasetyo saat dijumpai Semarangpos.com seusai mengikuti talk show dengan tema Pengendalian Banjir di Jateng di Hotel Pandanaran, Semarang, Senin (6/11/2017).

Prasetyo menyebutkan 45 embung itu ditarget selesai pada 2018 nanti dengan asumsi pendanaan mencapai Rp90 miliar. Ke-45 embung itu rencana tersebar di 15 kabupaten/kota di Jateng dengan kapasitas sekitar 100.000 meter kubik per embung.

“Semoga embung-embung itu memiliki manfaat besar terhadap masyarakat di Jawa Tengah, terutama dalam hal konservasi dari bencana banjir,” ujar Prasetyo.

Terpisah, pakar hidrologi dari Undip, Robert Kodoatie, menyambut baik rencana Pemprov Jateng membangun banyak embung. Ia menilai banyaknya embung mampu menjadi solusi penanganan banjir di Jateng.

“Embung itu sangat efektif untuk menangani masalah banjir. Embung mampu menampun curah hujan yang tinggi. Tapi, yang patut diperhatikan pembangunannya harus di daerah CAT [cekungan air tanah],” tutur pria yang akrab disapa Robi itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…