Aktivis Komunitas Peduli Fosil Banjarejo melakukan konservasi fosil di bawah pengawasan pegawai Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di situs prasejarah Desa Wisata Banjarejo, Gabus, Grobogan, Jateng, Senin (31/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Aktivis Komunitas Peduli Fosil Banjarejo melakukan konservasi fosil di bawah pengawasan pegawai Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di situs prasejarah Desa Wisata Banjarejo, Gabus, Grobogan, Jateng, Senin (31/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Selasa, 7 November 2017 04:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Pendidikan Share :

Indonesia Tetap Bangun Pusat Evolusi Manusia Asia Tenggara

Indonesia akan membangun pusat evolusi manusia.

Solopos.com, JAKARTA— Indonesia akan membangun pusat evolusi manusia Asia Tenggara baik disetujui atapun tidak oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Center for Human Evolution Adaptation and Dispersals in Southeast Asia atau pusat evolusi manusia Asia Tenggara merupakan salah satu program UNESCO.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Harry Widianto di Jakarta, Selasa (24/10/2017), mengatakan Indonesia telah memberikan proposal pembentukan lembaga tersebut ke UNESCO pada tiga tahun lalu. Tahun ini, tepatnya November, UNESCO akan memberikan keputusan apakah Indonesia dapat mendirikan pusat evolusi manusia untuk kawasan Asia Tenggara.

“Tiga tahun lalu Indonesia telah mengirimkan proposal, kemudian mereka [UNESCO] mengirim ahli untuk melakukan studi. Para peneliti juga telah membuat laporan dalam enam bahasa yang kemudian diberikan kepada UNESCO. Setelah itu akan dibahas dalam konferensi umum pada November mendatang,” kata dia.

Indonesia memiliki potensi luar biasa sebagai tempat yang memiliki situs-situs evolusi manusia. Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan baik disetujui atau tidak oleh UNESCO, Indonesia tetap mendirikan lembaga tersebut.

“Memang kalau disetujui kita lebih mudah mengakses jaringan, bimbingan teknik, dan sebagainya. Tapi, jika tidak disetujui kita tetap mendirikannya,” kata dia.

Menurut Hilmar, lembaga tersebut digunakan sebagai wadah kolaborasi antara peneliti di bidang evolusi. Lembaga itu nantinya memuat berbagai kegiatan seperti pergantian ahli, penelitian, publikasi, konferensi, dan lainnya.

“Ini semacam wadah untuk mengembangkan berbagai macam kegiatan. Saat ini kan lepas saja. Dengan adanya wadah ini, para ahli evolusi manusia dari berbagai disiplin ilmu dapat bertemu,” kata dia. Lembaga itu nantinya didanai APBN dan langsung berada di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…