Korban laka laut Watu Kodok ditemukan, Minggu (06/11/2017). (IST/Dok Satlinmas Rescue Istimewa Will 2 Gunungkidul Korban laka laut Watu Kodok ditemukan, Minggu (06/11/2017). (IST/Dok Satlinmas Rescue Istimewa Will 2 Gunungkidul)
Selasa, 7 November 2017 10:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Duh, Penggunaan Alat Keselamatan Diri untuk Melaut Masih Minim

Nelayan diimbau untuk terus menggunakan alat keselamatan saat beraktivitas di lautan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul mengimbau kepada nelayan untuk terus menggunakan alat keselamatan saat beraktivitas di lautan.

Hilangnya Gatot Bayu Rujito, nelayan pencari gurita asal Pantai Gesing harus jadi pembelajaran karena saat kapal karam diterjang gelombang, korban tidak menggunakan pengaman apapun.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul Marjono berharap agar peristiwa yang dialami oleh Gatot menjadi pelajaran bersama bagi seluruh nelayan di Gunungkidul. “Harus lebih berhati-hati lagi saat sedang beraktivitas di laut,” tegas Marjono, Senin (6/11/2017).

Laka laut yang terjadi pada Gatot dan kawan-kawan tidak lepas dari faktor kelalaian manusia. Sebab, saat mencari gurita di laut, mereka tidak dilengkapi dengan alat pengaman diri yang memadai sehingga saat terjadi musibah tidak semua nelayan berhasil diselamatkan.

Baca juga : Korban Laka Laut Watu Kodok Ditemukan

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, selama ini para nelayan masih kurang peduli terhadap keselamatan diri saat beraktivitas di laut. Oleh karena itu, Suris meminta kepada nelayan agar peristiwa yang menimpa tehadap Gatot menjadi pelajaran sehingga kasus yang sama tidak terulang.

Suris menjelaskan, pemakaian pelampung menjadi suatu keharusan sehingga saat terjadi kecelakaan, risiko dapat dikurangi. “Pelampung bukan untuk bergaya, tapi sebagai alam perlindungan diri. Namun, sayangnya hingga sekarang masih banyak nelayan yang abai terhadap alat keselamatan. Mudah-mudahan dengan kejadian ini [laka laut yang menimpa Gatot] nelayan mau menggunakan alat keselamatan diri saat melaut,” katanya.

Baca juga : Kapal Pencari Gurita Terbalik di Perairan Watukodok, Satu ABK Hilang

Korban hilang baru ditemukan oleh anggota Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul  saat pencarian hari ketiga setelah dinyatakan hilang. Dia ditemukan mengambang sejauh satu kilometer di sisi timur dari titik pertama hilang, pada Senin (6/11/2017) pagi.

Untuk pencairan Gatot, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Gunungkidul melibatkan tim gabungan dari Gunungkidul dan daerah lainnya di DIY. Fokus pencarian tidak hanya dilakukan di laut, namun juga melakukan penyisiran di sepanjang pantai di sekitar Watu Kodok.

Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan. Jasad Gatot ditemukan mengambang di Pantai Ngrumput yang lokasinya berada di sisi timur Pantai Watukodok.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…