Suasana saat siswa SMP N 15 Jogja dipulangkan lebih awal akibat belasan murid yang diduga kesurupan, Senin (6/11/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Suasana saat siswa SMP N 15 Jogja dipulangkan lebih awal akibat belasan murid yang diduga kesurupan, Senin (6/11/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 7 November 2017 13:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Duh Dek, Siswa SMPN 15 Jogja Kesurupan Lagi

“Jumlahnya empat atau lima, mungkin lima, bahkan yang barusan disembukan ada yang kembali kerasukan”

Solopos.com, JOGJA-Kasus kesurupan kembali terjadi di SMPN 15 Jogja. Kali ini setidaknya empat hingga lima murid yang mengalami kesurupan di SMP N 15 Jogja, Selasa (7/11/2017). Ini bukan kali pertama di mana kasus serupa terjadi di SMPN 15 Jogja pada Senin (6/10/2017) dan sebelumnya pada Jumat (3/11/2017) lalu sebanyak 28 murid mengalami hal serupa.

Salah satu murid Stefanus Aldo mengungkapkan, peristiwa kerasukan itu dimulai setelah pengajian yang di isi dengan tadarus.  “Jumlahnya empat atau lima, mungkin lima, bahkan yang barusan disembukan ada yang kembali kerasukan,” jelas Aldo siswa kelas 7E SMPN 15 Jogja, Selasa (7/11/2017).

Baca juga : Upacara Diganti Pengajian, Belasan Siswa SMPN 15 Jogja Malah Kesurupan

Aldo menjelaskan, hari ini jumlah siswa yang kesurupan tak sebanyak hari kemarin. “Sekarang tidak ada di kelas saya, kemarin ada dan merata di kelas-kelas lain,” jelasnya yang masih memakai seragam putih biru.

Kepala SMP N 15 Jogja membenarkan adanya kesurupan yang terjadi di sekolahnya. Hal itu membuat pihak sekolah memulangkan muridnya lebih awal dari jadwal yang ada. “Kita khawatir. Kita umumkan kegiatan belajar mengajar selesai setelah jam ketiga,” ujar dia.

Baca juga : Ada Kesurupan Massal, KBM SMPN 15 Jogja Dipangkas hingga Sepekan ke Depan

Anak didiknya yang menjadi korban tidak diwajibkan untuk masuk terlebih dahulu. Aturan khusus itu akan diberlakukan hingga Jumat mendatang. “Tadi ada yang sudah masuk, padahal kami tidak mewajibkan,” jelasnya.

Kepala Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabimkamtibmas) Polisi Sektor (Polsek) Danurejan Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Agus Hartanto mengatakan, informasi yang ia dapat, sekolahan yang memiliki bangunan tua itu belum bersih dari roh halus. “Iya, sekolahan [SMP N 15 Jogja] belum bersih benar, tadi masih ada yang kerasukan,” jelas dia.

Baca juga : Ada Peristiwa Aneh di Kejadian Kesurupan Massal SMPN 15 Jogja

lowongan pekerjaan
PT.BPR DANA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…