Ilustrasi anak-anak Rohingya yang mengungsi di Bangladesh (Mohammad Ponir Hossain/Reuters) Ilustrasi anak-anak Rohingya yang mengungsi di Bangladesh (Mohammad Ponir Hossain/Reuters)
Selasa, 7 November 2017 23:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Dewan Keamanan PBB Desak Myanmar Akhiri Krisis Rohingya

Dewan Keamanan PBB mendesak pemerintah Myanmar mengakhiri krisis Rohingya.

Solopos.com, SOLO – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendesak pemerintah Myanmar menyelesaikan persoalan warga Rohingya. Mereka menuntut pemerintah segera mengakhiri kekerasan yang terjadi di Rakhine, Myanmar.

Dalam pernyataan yang telah disetujui secara aklamasi oleh beberapa negara, Senin (6/11/2017), sebagaimana dilansir BBC, DK PBB menuntut pemerintah Myanmar memberi akses penuh kepada kelompok sukarelawan. Melalui surat itu, DK PBB mengutuk kekerasan yang telah menyebabkan lebih dari 600.000 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh.

Krisis kemanusiaan yang terjadi di Rohingya telah menimbulkan keprihatinan serius bagi banyak pihak. DK PBB menilai kekerasan ini merupakan jenis pelanggaran hak asasi manusia kelas berat. Sebab, militer Myanmar diketahui melakukan kejahatan kemanusiaan tanpa pandang bulu.

DK PBB meminta pemerintah Myanmar segera menjemput pengungsi yang masih bertahan di Cox’s Bazar, Kutupalong, Bangladesh. Pernyataan DK PBB ini mencakup sebagian besar tuntutan yang ada dalam resolusi usulan Inggris dan Prancis bulan lalu.

Tuntutan itu disampaikan lantaran kondisi pengungsi Rohingya di Bangladesh kian memprihatinkan. Tenda pengungsian yang disediakan pemerintah Bangladesh tidak cukup menampung semua warga Rohingya yang kabur dari Myanmar. Tidak semua pengungsi mendapatkan bantuan karena jumlahnya yang terbatas. Alhasil, mereka mulai terserang berbagai penyakit akibat kelaparan. Bahkan, banyak anak yang mengalami gizi buruk.

Seperti diketahui, kerusuhan di Rakhine dipicu oleh serangan yang kabarnya dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) kepada militer Myanmar. Serangan itu langsung dibalas oleh pihak militer Myanmar dengan membakar sejumlah desa tempat tinggal warga Rohingya. Mereka juga membunuh warga Rohingya tanpa belas kasih sebagai aksi balas dendam. Kekejaman militer Myanmar itu akhirnya membuat warga Rohingya menyelamatkan diri ke Bangladesh.

 

 

lowongan pekerjaan
GURU MADRASAH, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…