Bocah asal Tiongkok menyanyikan lagu Bengawan Solo yang Indah (Facebook) Bocah asal Tiongkok menyanyikan lagu Bengawan Solo yang Indah (Facebook)
Selasa, 7 November 2017 06:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Bocah Asal Tiongkok Nyanyi Bengawan Solo, Anak Indonesia Malah Jaran Goyang

Lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang dinyanyikan bocah asal Tiongkok.

Solopos.com, SOLO – Lagu Bengawan Solo ciptaaan Gesang menjadi lagu populer di Tiongkok. Sebuah video kompetisi menyanyi menampilkan dua bocah menyanyikan Bengawan Solo versi bahasa Tiongkok.

Video bocah Tiongkok menyanyikan Bengawan Solo versi Tiongkok itu diunggah fanpage Facebook Gurumandarin, Jumat (27/10/2017). “Sebuah lagu dari Indonesia yang sangat populer di Tiongkok,” tulis Gurumandarin.

Dalam video tersebut ada dua bocah bernama Chuxing dan Xufeng. Keduanya menyanyikan Bengawan Solo yang setelah diubah ke bahasa Tiongkok menjadi berjudul Bengawan Solo yang Indah. Uniknya, penonton acara tersebut tampak sudah mengenal lagu Bengawan Solo yang Indah dan ikut bernyanyi.

Sedikit berbeda dengan aransemen orisinalnya yang sepenuhnya menganut beat pelan, Bengawan Solo yang Indah memiliki bagian yang menggunakan musik dengan beat lebih cepat. Salah satu bintang tamu di video tersebut menyatakan lagu Bengawan Solo yang Indah memang bukan lagu asli Tiongkok, namun saat pesan yang disampaikan sama, bukan sebuah pelanggaran menyanyikannya dengan bahasa lain.

Video Bengawan Solo versi Tiongkok itu menjadi viral. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Senin (6/11/2017), video tersebut sudah ditonton lebih dari 480.000 kali dan dibagikan ulang lebih dari 10.700 kali.

Video tersebut sontak mengundang komentar warganet. Selain komentar bangga, warganet malah berfokus pada kecenderungan anak-anak Indonesia menyanyikan lagu dewasa atau lagu luar negeri yang tak sesuai dengan umur si anak.

“Salut, di sini malah anak-anaknya ramai nyanyiin lagu Jaran Goyang, prihatin,” tulis Anggelia Muhari.

“Begitu populer di negara lain, anak-anak Indonesie justru lebih cinta lagu barat, hiks,” tulis Sully Sanjaya.

“Ini baru anak penerus bangsa. Menyanyikan lagu sesuai dengan umur, bukan lagu Goyang Dumang,” tulis Roberca Roberca.

“Merinding dengarnya, kalau di sini anak-anak nyanyi Despacito sama Jaran Goyang,” tulis Josephine Agung.

 

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…