Sumarni, 43, (dua dari kanan) warga Dukuh Bakalan RT 001/RW 003, Bendosari, Sukoharjo, membawa pulang sepeda gunung hadiah dari Presiden Jokowi saat mengambil sertifikat di Stadion Taruna Sragen, Selasa (7/11/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Sumarni, 43, (dua dari kanan) warga Dukuh Bakalan RT 001/RW 003, Bendosari, Sukoharjo, membawa pulang sepeda gunung hadiah dari Presiden Jokowi saat mengambil sertifikat di Stadion Taruna Sragen, Selasa (7/11/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Selasa, 7 November 2017 18:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

AGENDA PRESIDEN
Niatnya ke Sragen Cuma Ambil Sertifikat, Warga Sukoharjo Dapat Sepeda dari Jokowi

Selain membagikan sertifikat, Presiden Jokowi di Sragen juga membagikan tiga sepeda.

Solopos.com, SRAGEN — Sedikitnya 10.000 orang dari enam kabupaten tumplek blek di Stadion Taruna Sragen, Selasa (7/11/2017). Sembari berteduh di bawah kajang seluas 7.200 meter persegi, para warga menyimak pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tangan mereka menggenggam satu eksemplar sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Jateng. Perhatian mereka tertuju pada panggung mini tempat mantan Wali Kota Solo itu berdiri di prodium.

“Saya minta perwakilan dari Sragen maju ke depan!” pinta orang nomor satu di Tanah Air ini. (Baca: H-1 Pernikahan Kahiyang, Jokowi Baikan 10.200 Sertifikat Tanah di Sragen)

Sucipto, warga Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Sragen, memberanikan diri maju untuk mewakili 3.200 warga Sragen yang pada hari itu menerima sertifikat tanah. “Punya sertifikat berapa meter, Pak? Berapa? 300 meter persegi? Coba dibuka sertifikatnya. Luas tanahnya 304 meter persegi betul ya Pak? Bapak hafal Pancasila? Ooo boten. Mari saya bantu menghafal,” kata Presiden.

Lima sila pun berhasil dilafazkan Sucipto. Presiden pun menyilakan Sucipto kembali ke tempat duduknya. Tetapi Sucipto kembali lagi. “Itu Pak Pangdam dan Pak Kapolda jangan ngojok-ojoki minta sepeda. Hla, kembali kan. Kenapa Pak kok kembali? Ooo mau sepeda baru. Ya silakan sepedanya dibawa pulang,” katanya.

Kemudian Jokowi meminta warga Sukoharjo dan Wonogiri maju. Sumarni, 43, dari Dukuh Bakalan RT 001/RW 003, Desa Bendosari, Sukoharjo, naik ke panggung lebih awal. Kartono, dari Desa Karang, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, menyusul. Mereka juga ditanya tentang luas tanah dalam sertifikat yang dipegang.

Sumarmi mengira-ira luas tanahnya 600 meter persegi ternyata dalam sertifikat tercatat 1.023 meter persegi. Sumarmi pun diminta Jokowi menyebutkan empat nama suku dari 714 suku di Indonesia. Dengan dibantu Jokowi akhirnya Sumarmi bisa menyebut empat nama suku bangsa itu, yakni Jawa, Madura, Dayak, dan Sunda.

Kartono yang memiliki tanah seluas 1.106 meter persegi itu pun mendapat pertanyaan dari Presiden. Dia diminta menyebutkan tiga nama pulau dari 17.000 pulau di Indonesia. “Sumatra, Kalimantan, dan Irian Jaya. Bukan, Papua,” kata Kartono. Mereka pun membawa pulang sepeda seperti Sucipto.

“Saya tadi grogi dan deg-degan saat ditanya Pak Jokowi. Ditanya luas tanah pun jadi salah. Saya jawabnya 600 meter persegi padahal ada 1.023 meter persegi. Tapi senang bisa bawa pulang sepeda. Saya enggak menyangka bisa dapat sepeda. Niatnya hanya ambil sertifikat tanah saja. Ya, nanti buat olahraga bapak karena anak saya sudah kuliah yang bungsu,” ujar Sumarmi saat berbincang dengan wartawan di Stadion Taruna.

Sumarmi didampingi suaminya, Paino, 54. Mereka membawa sepedanya pulang dengan naik bus bersama rombongan dari Sukoharjo.

Sementara itu, saat meninggalkan stadion Presiden langsung disambut warga yang ingin berjabat tangan. Para pelajar dan penari pun ikut foto bersama. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tak mau ketinggalan untuk berfoto bersama.

Bahkan, Yuni meminta foto berdua dengan Jokowi di samping mobil Mercedes Benz warna hitam berpelat merah dengan tulisan Indonesia-1. Beberapa warga lainnya hanya bisa berswafoto dengan mobil itu dalam jarak tertentu. Bahkan menyentuh mobil Presiden pun dilarang oleh petugas polisi militer yang menjaganya.

Di sepanjang perjalanan, Jokowi membagikan suvenir kepada warga berupa taplak kain bermotif batik dan kaus warna hitam. Jokowi sempat mampir di Rumah Makan Bu Djar di Sragen Wetan untuk bersantap makanan tradisional khas Sragen. Di depan rumah makan itu, Jokowi kembali membagikan suvernir berupa buku tulis kepada warga.

 

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…