Para kurator dari pakar ekspor industri kerajinan melakukan penilaian terhadap produk-produk UMKM yang akan mengikuti Gerebek UMKM Sambut Bandara Baru di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY, Jumat (3/11). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Para kurator dari pakar ekspor industri kerajinan melakukan penilaian terhadap produk-produk UMKM yang akan mengikuti Gerebek UMKM Sambut Bandara Baru di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY, Jumat (3/11). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Senin, 6 November 2017 13:55 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Untuk Tembus Pasar Ekspor, Tak Melulu Soal Harga

UMKM DIY harus bisa manfaatkan luasnya pasar ekspor

Solopos.com, JOGJA-Pasar global memiliki peluang yang luas, di mana potensi pembeli akan lebih banyak dan pasar akan lebih besar. Hal ini harus dimanfaatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) DIY.

Pakar Pemasaran Ekspor Industri Kerajinan Jogja Amir Panzuri mengatakan, untuk menembus pasar ini tidak hanya soal harga, tetapi pasar luar negeri juga akan melihat kualitas, desain dan berbagai aspek lainnya.

“Jogja mempunyai semua itu, tetapi persaingan jadi ketat. Untuk itu, pelaku UMKM harus meningkatkan pemahaman kewirausahaan yang kuat. Di samping itu meningkatkan keterampilan marketing dan menguasi aspek produksi,” jelas Amir.

Baca juga : Inilah Kenapa UMKM DIY Harus Naik Kelas Sambut Bandara Kulonprogo

Dalam menembus pasar ekspor, masih banyak tantangan berat yang akan dihadapi pelaku UMKM. Amir mengungkapkan para UMKM harus meningkatkan pemahaman tentang regulasi ekspor, jika ingin naik kelas. Bukan hanya pemahaman regulasi ekspor di negara sendiri, tetapi juga negara tujuan.

“Paling penting adalah memiliki mental kewirausahaan yang kuat. Mereka harus memiliki keberanian membangun desain, hingga keberanian melakukan investasi yang belum tentu bisa segera kembali. Bukan besarnya investasi tetapi kejelian dalam menangkap peluang investasi,” papar Amir.

lowongan pekerjaan
PT.BPR DANA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…