Ilustrasi kamar Hotel Aziza Solo (aziza.horison-group.com) Ilustrasi kamar Hotel Aziza Solo (aziza.horison-group.com)
Senin, 6 November 2017 22:40 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Tak Diatur, Antar Hotel di Jogja Bisa Perang Tarif

Tarif hotel perlu batas bawah.

Solopos.com, JOGJA— Keberadaan online travel agent (OTA) selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pemasaran kamar hotel di industri perhotelan, terutama di Jogja. Namun, perbedaan harga antara pemesanan online dan offline yang kadang terpaut jauh mesti disikapi dengan penentuan kebijakan batas bawah.

Hal itu disampaikan Ketua Perhimpunana Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab M Danunagoro. Istidjab mengakui pemasaran kamar hotel melalui online travel agent tidak hanya memudahkan pihak hotel dan tamu. Harga yang ditawarkan secara online acapkali lebih murah dibanding harga kamar yang dipesan secara offline.

“Selain lebih praktis, tamu lebih mudah mengakses pemesanan di mana pun dan kapan pun. Apalagi sekarang teknologi informasi semakin canggih,” ujar Istidjab, Minggu (5/11/2017).

Istidjab tak menampik jika kini pemesanan hotel via online lebih populer dan persentasenya mencapai 60%. Bahkan, tidak sedikit hotel yang pemesanan kamarnya, sebagian besar didominasi dari OTA. Di mana hampir 80% pemesanan yang masuk berasal dari online travel agent, sebut saja Agoda, Traveloka, Pegi Pegi dan lain sebagainya.

“Ada juga yang dari sosial media hotel bersangkutan. Kalau dulu mau booking tinggal telpon, sekarang tamu juga memanfaatkan layanan chat via Whatsapp,” imbuh Istidjab.

Kendati demikian, untuk dapat menyehatkan pasar, Istidjab berharap ada penentuan batas bawah harga kamar. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya perang tarif, baik antar hotel, maupun antara bisnis ini. Misalnya batas bawah untuk hotel bintang lima Rp500.000 per malam, bintang empat Rp400.000 dan bintang tiga Rp200.000.

“Seperti tamu yang mau menginap di hotel A, tamu ini belum booking. Dari hotel bersangkutan menawarkan harga di atas harga OTA. Mau tidak mau, pihak hotel akan mengikuti harga dari tamu itu, agar tamu tidak lari. Dampaknya, keuntungan berkurang,” imbuh Istidjab.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO —┬áTanggal 20 Oktober…