Pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan latihan memanah di Kota Jogja, Rabu (6/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Andreas Fitri Atmoko) Pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan latihan memanah di Kota Jogja, Rabu (6/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Andreas Fitri Atmoko)
Senin, 6 November 2017 12:40 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Sempat Dominan Kumpulkan Emas, Sekarang Ini yang Dialami Tim Jogja

Sempat memimpin kumpulkan emas, posisi DIY digusur Jatim.

Solopos.com, JOGJA— Kontingen panahan DIY harus merelakan posisi pemuncak perolehan medali diambil alih oleh Jawa Timur pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan 2017 di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu (5/11/2017).

Padahal, sehari sebelumnnya DIY sempat menempati pemuncak perolehan medali yang kini ditempati oleh Jawa Timur.

“Sekarang kami berada di peringkat kedua. Kami di bawah Jawa Timur yang mampu mengumpulkan tujuh emas,” kata pelatih panahan DIY Budi Widayanto kepada Harian Jogja, Minggu (5/11/2017) sore.

Budi mengungkapkan, sampai kemarin sore, pihaknya hanya mampu mengumpulkan lima emas, dua perak dan tiga perunggu. Emas diraih oleh atlet DIY melalui nomor recurve putra sesi 1, recurve putra over round, recurve beregu putra, compound putra sesi 1, dan compound putri sesi 2. Sedangkan 2 perak didapatkan pada nomor recurve putra sesi 2, compound beregu putra. Sementara perunggu diraih pada nomor recurve over round putri, recurve mix team dan compound beregu putri.

“Sejatinya kami bisa menambah emas, jika Prima Wisnu Wardana diperbolehkan untuk ikut aduan perorangan, mix team, dan beregu. Karena Prima peraih medali emas SEA Games kemarin, maka dia tidak boleh ikut,” lanjut Budi.

Menurut Budi, dengan tidak diperbolehkannya Prima Wisnu ambil bagian dalam tiga nomor, pihaknya pun tidak akan melakukan protes kepada pihak penyelenggara. Hal ini dikarenakan, Kejurnas kali ini dinilai sebagai salah satu penjaringan Pelatnas Asian Games.

“Sementara untuk pertandingan besok, ada divisi Nasional. Dan kami tidak bisa ikut, karena memang tidak memberangkatkan atlet,” tandasnya.

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…