Suasana salah satu kelas, di "sekolah" sementara di Dusun Kepek, Senin (23/10/2017). Sekolah sementara yang ditempati oleh siswa SD N 3 Glagah untuk belajar tersebut, merupakan rumah warga, yang ruangannya dibagi-bagi dalam beberapa sekat. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Suasana salah satu kelas, di "sekolah" sementara di Dusun Kepek, Senin (23/10/2017). Sekolah sementara yang ditempati oleh siswa SD N 3 Glagah untuk belajar tersebut, merupakan rumah warga, yang ruangannya dibagi-bagi dalam beberapa sekat. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 6 November 2017 14:40 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Sekolah Korban Gusuran Bandara Kulonprogo Ini Diawasi Khusus

Pemkab Kulonprogo tugaskan pengawas khusus di SDN 3 Glagah.

Solopos.com, KULONPROGO— Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulonprogo menugaskan seorang pengawas khusus untuk mengawasi SD Negeri 3 Glagah. Layanan pendidikan di sekolah darurat diharapkan tetap berjalan optimal.

Seperti diberitakan sebelumnya, SD Negeri 3 Glagah harus dirobohkan karena terkena proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Akibatnya, ratusan siswa SD tersebut kini harus mengungsi ke sebuah joglo milik warga untuk tempat belajar sementara sebelum sekolah baru mereka selesai dibangun.

Kepala Disdikpora Kulonprogo, Sumarsana mengatakan, pendampingan intensif diberikan kepada SD Negeri 3 Glagah yang sementara ini direlokasi di rumah warga di Dusun Kepek, Desa Glagah, Temon, Kulonprogo. “Akan dipantau terus. Ada satu orang pengawas yang kami minta untuk konsentrasi di sekolah tersebut,” ujar Sumarsana, Minggu (5/11/2017).

Kegiatan belajar mengajar SD Negeri 3 Glagah dipindahkan ke sekolah darurat sejak dua pekan lalu. Pada awal pekan pertama, sekolah sudah mengalami beberapa masalah, seperti aliran listrik yang kerap padam, kurangnya lampu penerangan di dalam kelas, hingga belum adanya lapangan olahraga yang memadai.

Sumarsana memaparkan, pendampingan dan pengawasan intensif dilakukan agar setiap kendala yang dialami dapat segera diatasi. Pihaknya juga merangkul komite, orang tua, maupun masyarakat sekitar untuk mendukung sekolah agar mampu memberikan lingkungan belajar yang kondusif. Dia berharap anak-anak tetap merasa nyaman dan bisa belajar dengan tenang meski dengan fasilitas serba terbatas di sekolah relokasi sementara.

Sumarsana mengklaim belum menerima laporan mengenai permasalahan yang benar-benar dinilai mengganggu pembelajaran di SD Negeri 3 Glagah. Hal itu bukan berarti tidak ada hambatan sama sekali tetapi sudah bisa teratasi. “Kalau belum ada laporan ke dinas, berarti sekolah sudah bisa menyelesaikan persoalan secara mandiri,” kata dia

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengungkapkan, penentuan tempat relokasi sementara bagi SD Negeri 3 Glagah sudah melalui berbagai kajian dan pertimbangan. Survei dan tinjauan lapangan pun telah dilakukan, termasuk untuk memutuskan jika rumah warga di Kepek lebih layak dijadikan sekolah darurat ketimbang Balai Desa Glagah yang sebelumnya juga sempat masuk daftar calon lokasi alternatif.

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…