Anggota KPU Boyolali Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Pargito, memberikan wawasan kepada siswa SMA/SMK dalam acara Sosialisasi Pilgub Jateng Untuk Pemilih Pemula di Pendopo Ageng kompleks Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali, beberapa waktu lalu. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Anggota KPU Boyolali Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Pargito, memberikan wawasan kepada siswa SMA/SMK dalam acara Sosialisasi Pilgub Jateng Untuk Pemilih Pemula di Pendopo Ageng kompleks Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali, beberapa waktu lalu. (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Senin, 6 November 2017 14:00 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PILKADA 2018
Pemilih Pemula Boyolali Emoh Jual Suara dalam Pilgub Jateng

Pilkada 2018, masyarakat Jateng akan memilih gubernur dan wakil gubernur.

Solopos.com, BOYOLALI — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah (Tengah) akan kembali dilaksanakan pada 2018 mendatang. Hajatan pesta demokrasi itu pun disongsong Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota dengan berbagai persiapan.

Seperti halnya di Boyolali, KPU setempat menggelar Sosialisasi Pilgub Jateng Untuk Pemilih Pemula di Pendopo Ageng kompleks Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali, baru-baru ini.

Seperti namanya, sosialisasi ini ditujukan bagi pemilih yang akan memberikan hak suara mereka untuk kali pertama pada saat pilgub Jateng. Saat ini rata-rata mereka duduk di bangku SMA/SMK dan sederajat.

Bagi pemilih pemula, pemilu merupakan momentum yang sangat penting untuk memilih seorang pemimpin. Pemimpin tersebut nantinya yang akan membawa nasib rakyat yang dipimpinnya. Karenanya, pemilu harus diikuti semua orang yang sudah memiliki hak pilih.

“Pemilu ini sangat penting karena akan menentukan pemimpin yang mensejahterakan rakyat. Oleh sebab itu kita harus ikut dalam pemilu untuk memilih pemimpin,” kata salah satu peserta sosialisasi asal SMKN Banyudono, Erick, seusai acara.

Dia berpendapat seorang pemilih harus ikut menentukan pemimpin sesuai hati nurani. Jangan sampai pemilih terpengaruh dengan iming-iming uang atau ajakan orang lain. “Meski diiming-imingi uang, saya akan tetap memilih pemimpin yang saya suka,” imbuhnya.

Ungkapan senada disampaikan peserta lain, Nanik Oktavianda, siswi SMK Bhineka Karya, Simo. “Pendapat saya tidak bisa dibeli dengan uang. Karena, setiap orang mempunyai hak untuk berpendapat sesuai dengan pemikiran setiap orang masing-masing,” ujar dia.

Semenara itu, disinggung mengenai keikutsertaan dalam pemilu nanti, Nanik menjawab dengan tegas. “Tentu saja saya akan mengikuti [pemilu],” imbuh sisiwi kelas XII berusia 18 tahun tersebut.

Sementara itu, Anggota KPU Boyolali Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Pargito. sebagai pemberi materi sosialisasi mengatakan acara tersebut sekaligus mendorong partisipasi masyarakat, khusunya pemilih pemula dalam pemilu.

“Pemilu untuk menentukan masa depan. Ini harus diikuti semua warga yang sudah memiliki hak pilih, termasuk kawan-kawan ini yang sebentar lagi sudah punya hak pilih,” katanya di depan siswa.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…