Ilustrasi petani inspirasi marhaenisme (seputar-marhaenis.blogspot.com) Ilustrasi petani (JIBI/Dok)
Senin, 6 November 2017 11:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Petani Gunungkidul Galau Gara-Gara Ini

Belum semua petani Gunungkidul mulai bercocoktanam

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Sejak mulai mulai turun pada awal Oktober 2017 intensitasnya masih belum begitu tinggi hingga saat ini. Sebagain wilayah bahkan memiliki intensitas hujan yang rendah sehingga sejumlah petani belum mulai mulai tanam.

Salah seorang petani di Dusun Tanjung, Desa Bleberan, Kecamatan Playen Edi Patmo mengatakan, di wilayahnya intensitas hujan masih rendah. Diakuinya, intensitas hujan yang rendah tersebut menjadi kendala tersendiri baginya, sebab sawah miliknya merupakan sawah tadah hujan yang bergantung pada intensitas hujan.

Dia berharap dalam beberapa hari ke depan intensitas hujan akan mulai tinggi dehingga bibit padi yang telah ia tanam sekitar dua pekan lalu dapat tumbuh maksimal. “Kalau intensitas hujan rendah itu jadi kendala, karena sawahnya cuma mengandalkan tadah hujan. Tapi ya mau bagaimana lagi, semoga saja hujan mulai tinggi,” kata Edi, Minggu (6/11/2017).

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertaniangan dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, hingga memasuki awal November ini intensitas hujan belum merata di sejumlah daerah. Hal itu pun membuat sebagain petani harus bersabar menunggu hujan untuk dapat menanam padi, jagung, kacang, dan tanaman pangan lainnya.

“Di daerah Kecamatan Wonosari dan Karangmojo untuk padi persawahaan belum mulai tanam karena hujannya belum merata,” kata dia kepada wartawan.

Perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, memang pada minggu pertama hingga minggu kedua di beberapa tempat  sudah terjadi hujan dengan intensitas sedang. Namun, di beberapa tempat seperti di Kecamatan Wonosari dan Karangmojo intesitas hujan masih sangat rendah.

Sementara, beberapa tempat lain khususnya di kawasan selatan dan timur seperti Kecamatan Ngawen, Kecamatan Gedangsari dan Kecamatan Ponjong sudah memasuki masa tanam. “Sudah memasuki masa tanam, padinya malah sudah ada yang tinginya 10 cm lebih dan berumur kira-kira dua pekan,” kata Raharjo.

Dengan intensitas yang belum merata, pihaknya mengimbau kepada petani agar bersabar. Melalui surat edaran yang diberikan kepada sejumlah kelompok petani, Dinas Pertanian dan Pangan telah memberikan gambaran terkait dengan masa tanam sesuai dengan perkiraan cuaca dari BMKG.

lowongan pekerjaan
PT.BPR DANA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…