Ilustrasi layanan perbankan. (Rachman/JIBI/Bisnis) Ilustrasi layanan perbankan. (Rachman/JIBI/Bisnis)
Senin, 6 November 2017 11:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Perbankan DIY Kejar Target Turunkan Rasio Kredit Bermasalah

Jelang akhir tahun perbankan DIY targetkan NPL turun

Solopos.com, JOGJA-Tahun 2017 tinggal dua bulan lagi. Kalangan perbankan berupaya mengejar target agar angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tidak tinggi.

Direktur Utama BPR Ukabima Nindya Raharja Gunungkidul Sudjut Budi Utomo menyampaikan, perbankan khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) selalu berupaya agar NPL tetap di bawah 5%. “Saat ini NPL kita masih di sekitar tiga persen,” kata dia pada Harian Jogja, Minggu (5/11/2017).

Upaya untuk menekan laju NPL yakni dengan melakukan penagihan secara intensif dan juga upaya akhir pelelangan. Ia mengakui, pada satu sisi kondisi ekonomi sangat berpengaruh pada NPL tetapi sisi lain yang menurutnya sangat berpengaruh adalah karakter debitur.

Ia mengakui, ada debitur nakal yang enggan menyelesaikan kreditnya. Mereka termasuk nasabah yang memiliki kemampuan, tapi tidak memiliki kemauan untuk mengangsur. “Debitur yang [mampu tetapi tidak mau membayar kredit] seperti ini yang mungkin menjadi objek dari rencana pengambilalihan jaminan atau proses lelang,” kata Sudjut.

Perlakuan berbeda akan diberikan pada nasabah yang kemampuannya menurun, tetapi masih memiliki kemauan membayar. Mereka akan diupayakan untuk dilakukan penyelamatan atau restrukturisasi, rescheduling, dan reconditioning.

Sementara itu, Corna Irawan Tri Atmanto selaku Direktur PT BPR Mlati Pundi Artha juga mengatakan, untuk menjaga agar NPL tidak melebihi 5% sampai akhir tahun, pihak bank selalu berhati-hati dalam menyalurkan kredit. “Kami selalu menjaga setiap pemberian dengan prinsip kehati-hatian dengan mengedepankan early warning system. Prinsip tersebut diupayakan selalu dipegang oleh setiap petugas kredit sebelum maupun sesudah kredit disalurkan,” ujar dia.

Bank umum juga menargetkan angka kredit macet pada tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. CEO BNI Kantor Wilayah Jogja Arif Suwasono mengatakan, sampai semester I 2017 ini, angka NPL di BNI masih sekitar 2,9%. “Tahun ini kita targetkan jadi 2,7 persen,” katanya.

Ia menjelaskan, kredit bermasalah memang masih menjadi masalah besar perbankan. Namun, ia melihat kondisi ekonomi yang baik di wilayah Jogja membuatnya optimistis untuk mencapai angka NPL 2,7% tersebut.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…