Kicauan dokter yang heran lihat perban pasien di sinetron zaman now (Twitter @ferdiriva) Kicauan dokter yang heran lihat perban pasien di sinetron zaman now (Twitter @ferdiriva)
Senin, 6 November 2017 20:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com TV Plus Share :

Perban Pasien di Sinetron Zaman Now Bikin Dokter Ini Heran, Kenapa?

Pemakaian perban di sinetron zaman now bikin dokter ini heran.

Solopos.com, SOLO – Sinetron di Indonesia memang memiliki berbagai adegan yang unik dan tak masuk akal. Tak jarang, berbagai adegan kocak itu menjadi bahan gunjingan di media sosial. Mereka menilai beberapa adegan itu dinilai sama sekali tidak mendidik.

Salah satu adegan tak masuk akal yang sering ditemui di sinetron Indonesia adalah lakonnya yang seolah menjadi korban kecelakaan. Guna melengkapi penampilan, sang aktor biasanya didandani memakai perban di bagian kepala. Namun, menurut salah seorang dokter bernama Ferdiriva Hamzah, perban yang dipakaikan di kepala sang artis terlihat aneh.

Melalui akun Twitter @ferdiriva, Ferdiriva itu memberikan komentar terkait pemakaian perban sebagai salah satu properti shooting sinetron. Dia mengaku tidak pernah melihat cara pemakaian perban seperti yang ada dalam sinetron selama menjadi dokter.

“Selama jadi dokter belum pernah lihat pasien yang dibalut kepalanya kayak gini. Aku merasa ketinggalan. Balutannya makin naik, ini yang sakit sebenarnya apanya?” tanya Ferdiriva heran, Sabtu (4/11/2017).

Kicauan dari penulis novel Catatan Dodol Anak Kos ini langsung mendapat beragam komentar kocak dari netizen. Mereka ikut geli membaca penuturan sang dokter yang heran melihat adegan tak masuk akal itu.

“Aku aja anak PMR enggak pernah belajar balut luka kayak gitu, hmmmm menarique,” komentar @amandapuput.

“Dok, itu balutannya di-naikkin biar enggak kena alis yang udah paripurna,” sambung @fitriaokz.

“Kayknya lagi cosplay jadi Wiro Sableng,” kelakar @larasanditia.

“Mungkin yang sakit kutu rambutnya dok,” balas @HerlinaPrati1 tak kalah kocak.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sejarah Kebangsaan di Kawasan Singosaren

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (30/10/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Maestro tari, Sardono W Kusumo, pulang kampung. Dalam usia sepuh dan lama…