Ratu Elizabeth II (www.popsugar.com) Ratu Elizabeth II (www.popsugar.com)
Senin, 6 November 2017 17:30 WIB Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis Internasional Share :

PARADISE PAPER
Ratu Elizabeth Pun Simpan Duitnya di Luar Inggris

Dari Paradise Paper, Ratu Elizabeth diketahui juga menyimpan dananya di luar Inggris dalam berbagai investasi.

Solopos.com, JAKARTA — Tak hanya para politikus dari berbagai penjuru dunia yang namanya muncul di Paradise Paper. Ratu Elizabeth pun diketahui menempatkan duitnya di luar negeri.

Sekitar 10 juta poundsterling dana pribadi dari Ratu Elizabeth disebut diinvestasikan di luar Inggris. The Duchy of Lancester, badan investasi yang menjadi sumber penghasilan sang ratu, menginvestasikan dana tersebut di Kepulauan Cayman dan Bermuda.

Sejumlah kecil dana tersebut diinvestasikan pada sebuah perusahaan di balik BrightHouse, sebuah rantai yang diduga mengajukan pinjaman tak bertanggung jawab. Selain itu, sebagian dana juga ditempatkan di Threshers, perusahaan yang mengalami kegagalan dengan tunggakan pajak sebesar 17,5 juta poundsterling di Inggris.

The Duchy mengatakan bahwa nilai BrighHouse saat ini setara dengan 3.208 poundsterling dan tidak ikut terlibat dalam. Keputusan investasi dana. Kepala Keuangan The Duchy of Lanchester Chris Adcock mengatakan bahwa strategi investasi yang digelontorkan berdasarkan pada saran dan rekomendasi dari para konsultan dan alokasi aset yang layak.

“The Duchy hanya berinvestasi pada prusahaan ekuitas kredibel yang direkomendasikan oleh konsultan investasi kami,l kata ya seperti dikutio dari Bbc.com, Senin (6/11/2017).

Juru bicara the Duchy of Lanchester menambahkan bahwa pihaknya menjalankan sejumlah investasi dan beberapa di antaranya di luar negeri. Seluruh investaai kami diaudit penuh dan sah secara hukum. “Sang ratu dengan sukarela membayar pajak penghasilan yang dia terima dari the Duchy.”

Reputasi Duchy

Rincian terkait investasi-investasi oleh Duchy terungkap dalam Paradise Papers – bocoran 13,4 juta dokumen dari berbagai perusahaan termasuk Appleby, salah satu perusahaan hukum offshore terdepan di dunia.

Dokumen tersebut menyingkapkan bahwa Duchy of Lancaster menginvestasikan 5 juta poundsterling pada Jubikee Absolute Return Fund Limited di Bermuda pada 2014 yang berakhir pada 2014. Pada 2005 the Duchy setuju untuk menginvestasikan US$7,5 juta pada Dover Street VI Cayman Fund LP.

Dalam dokumen itu disebutkan dana tersebut diinvestasikan di perusahaan medis dan teknologi. Hubungan dengan BrightHouse dimulai oada 2007 ketika perusahaan asal Amerika tersebut meminta the Duchy untuk berkontribusi sebesar US$450.000 untuk lima proyek, termasuk pembelian dua peritel UK High Street.

Di bawah pemilik barunya, neraca Threshers dipenuhi dengan utang. Threshers juga disebut tak membayar pajak selama dua tahun. Ketika peritel minuman tersebut bangkrut pada Oktober 2009, sebanyak 6.000 orang kehilangan pekerjaan.

Mayoritas investasi Vision Capital BrightHouse akhirnya disalurkan pada sebuah perusahaan yang berbasis di Luxemburg. Pembayaran pajak perusahaan ke Inggris kemudian mulai menurun.

Anggota Parlemen dari Partai Buruh mengatakan dirinya sangat khawatir dengan konsultan investasi sang ratu. Dia juga mengatakan bahwa mereka merusak reoutasi sang ratu. “Jelas sekali, pengelola dana sang ratu harus bersikap lebih jelas dan bersih dan jangan pernah mendekati dunia hitam pencucian uang, penghindaran pajak, atau menghasilkan uang dengan cara yang meragukan,” katanya.

Model bisnis yang diterapkan BrightHouse telah lama menjadi sorotan. Sebuah laporan parlemen pada 2015 mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut membebankan bunga hingga 94%. Satu dari lima pelanggannya menunggak dan satu dari 10 pembelian berakhir dengan kisah oper kredit.
Dalam sebuah kasus yang ditelisik oleh MPs and Lorda, sebuah lemari es Samsung seharga 644 poundsterling dinual seharga 1.716 poundsterling dengan skema lima bulan cicilan.

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…