Ilustrasi Puskesmas (Dok/JIBI) Ilustrasi Puskesmas (Dok/JIBI)
Senin, 6 November 2017 11:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Legislator Temukan Puskesmas di Tulungagung Kurang Layak dan Rusak

Komisi C DPRD Tulungagung menemukan puskesmas rusak dan kurang layak.

Solopos.com, TULUNGAGUNG — Kalangan legislator Tulungagung menemukan sejumlah puskesmas dengan kondisi ruang pelayanan kurang layak, rusak, atau bahkan kekurangan fasilitas saat melakukan inspeksi mendadak, Kamis (2/11/2017) dan Jumat (3/11/2017).

Beberapa puskesmas yang sudah diinspeksi dan evaluasi antara lain adalah Puskesmas Ngantru, Karangrejo, Kauman, serta Gondang.

“Sidak secara khusus kami lakukan untuk melihat kesiapan unit-unit layanan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa jelang akreditasi puskesmas beberapa bulan mendatang,” kata Ketua Komisi C DPRD Tulungagung Subani Sirab di Tulungagung, Sabtu (4/11/2017).

Menurut Subani, inspeksi masih akan dilanjutkan ke beberapa puskesmas lain di seluruh wilayah Tulungagung.

Beberapa yang menjadi tolak ukur evaluasi tim Komisi C ini, kata Subandi adalah terkait ketersediaan fasilitas ruang untuk pelayanan puskesmas, misalnya rawat inap ataupun ruang perawat dan dokter.

“Seluruh hasil inspeksi lapangan nanti akan dievaluasi bersama untuk perbaikan, baik dalam hal penganggaran perbaikan/pemenuhan kekurangan tahun depan maupun dalam hal pelayanan publik yang akan dikomunikasikan dengan jajaran dinas kesehatan daerah,” katanya.

Dia menambahkan terkait temuan dalam sidak di beberapa puskesmas hampir sama, yakni kekurangan ruangan. Artinya, kata Subani, sebagian besar puskesmas butuh penambahan ruangan. Itu dipakai tidak lain untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, anggota dewan juga menemukan ruangan di puskesmas yang tidak layak. Salah satunya adanya ruangan berukuran 2,5 x 2,5 meter yang dipakai untuk dua orang dokter berbeda. “Tentunya kondisi itu akan membuat kurang nyaman,” kata dia.

Kepala Puskesmas Gondang Sigit Jaka mengatakan yang masih menjadi kendala untuk akreditasi di puskesmas yang dipimpinnya yakni sarana, termasuk ruangan. Sigit memberikan contoh terkait salah satu kriteria akreditasi, yakni toilet yang wajib dilengkapi pegangan, sehingga pasien tidak terjatuh.

“Kemudian kloset harus duduk, bukan jongkok. Toilet juga wajib dibedakan untuk pria ataupun wanita. Untuk tingkatan puskesmas ini memang agak sulit karena kendala anggaran,” katanya.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…