Pedagang dan buruh gendong pasar berdoa bersama saat kenduri di pintu utara Pasar Legi, Solo, Senin (6/11/2017). Kenduri sebagai ucapan syukur tersebut untuk mendoakan pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, agar berjalan lancar. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Pedagang dan buruh gendong pasar berdoa bersama saat kenduri di pintu utara Pasar Legi, Solo, Senin (6/11/2017). Kenduri sebagai ucapan syukur tersebut untuk mendoakan pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, agar berjalan lancar. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Senin, 6 November 2017 15:47 WIB Ivan Andimuhtarom/JIBI/Solopos Solo Share :

JOKOWI MANTU
Pedagang Pasar Legi Solo Gelar Kenduri dan Doakan Kahiyang-Bobby

Jokowi mantu di Solo pada pekan ini.

Solopos.com, SOLO — Para pedagang dan berbagai elemen di Pasar Legi Solo mengadakan kenduri serta berdoa bersama menyambut pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, dengan Bobby Nasution di kompleks pasar setempat, Senin (6/11/2017).

Mereka berharap pernikahan Kahiyang-Bobby berjalan lancar dan Presiden Jokowi segera mendapatkan cucu lagi.

Kenduri digelar di pintu masuk sisi utara Pasar Legi. Puluhan pedagang dengan antusias mengerubungi dua nasi tumpeng lengkap dengan urap, tempe goreng, telur rebus hingga aneka buah semacam pisang, jeruk, pir, salak, jambu biji yang ditempatkan pada meja. Di belakang meja, tertera tulisan Mangayubagyo Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution lengkap dengan foto keduanya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, pedagang berdoa agar pernikahan anak perempuan mantan Wali Kota Solo itu lancar hingga akhir. Dalam doa itu juga terselip harapan agar Presiden Jokowi cepat punya cucu.

Setelah peserta kendiri selesai berdoa, tumpeng diperebutkan pedagang atau kuli panggul yang ada di sekitar lokasi kenduri. Mereka tampak bahagia mendapat bagian kenduri tersebut.

Lurah Pasar Legi, Marsono, menjelaskan acara itu adalah acara yang digelar berbagai komunitas yang mencari rezeki di Pasar Legi seperti pedagang, kuli panggul hingga penarik becak. Agenda itu adalah mangayubagyo [turut berbahagia] atas pernikahan putri Presiden Jokowi.

“Bentuk mangayubagyo itu secara simbolus diwujudkan dalam bentuk tumpeng. Kami mengadakan kenduri dan doa bersama,” tutur dia saat ditemui wartawan seusai acara, Senin.

Dia berharap doa bersama keluarga besar komunitas Pasar Legi itu membuat segala pelaksanaan pernikahan mulai dari persiapan hingga purnaacara berjalan lancar dan mendapat rahmat Allah SWT. Ia juga berharap pasangan Kahiyang-Bobby menjadi rumah tangga sakinah, mawaddah warahmah (samawa).

Ditanya ide pembuatan kenduri, Marsono mengaku hal itu dilakukan secara spontan. Biaya pembuatan tumpeng berasal dari kesukarelaan masyarakat. (baca juga: Tamu Resepsi Pernikahan Kahiyang Ayu Dilarang Bawa Benda-Benda Ini)

“Jumlah pedagang di sini untuk yang menempati kios 235 orang, los 1.850 orang dan pelataran 600 orang. Tumpeng dibuat dua buah. Ini sekaligus menunjukkan kebersamaan sangat besar,” tuturnya.

Salah seorang buruh gendong Pasar Legi, Sri Kewek, 60, berharap pelaksanaan pernikahan putri Presiden Jokowi lancar dan keluarga itu senantiasa diberi kesehatan. “Semoga setelah mantu segera dapat cucu,” ujarnya.

Salah seorang pedagang aki, Marni, 67, mengatakan Presiden Jokowi pernah ke pasar itu. Ia secara pribadi pernah bertemu dengan Presiden dan merasa kagum pada sosok sang mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Presiden Jokowi itu seperti bukan orang besar. Kemari ya biasa saja,” ungkap mantan buruh gendong tersebut.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…