Sukarelawan pendukung Jokowi berfoto di depan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin (6/11/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Sukarelawan pendukung Jokowi berfoto di depan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin (6/11/2017). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Senin, 6 November 2017 23:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

JOKOWI MANTU
Jagong Manten Kahiyang, Terselip Tekad Sukarelawan Pendukung Jokowi untuk 2019

Para sukarelawan pendukung Jokowi yang akan menghadiri pernikahan Kahiyang mulai berdatangan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Raut wajah Sarifuddin Rambe, 72, sama sekali tak menampakkan kelelahan. Kakek asli Medan, Sumatra Utara, ini baru saja tiba di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, Senin (6/11/2017) pukul 01.00 WIB.

Bersama istri tercintanya, Nur Hidayati, Rambe asyik berbelanja oleh-oleh khas Solo di kompleks AHD. “Saya naik Kereta Matarmaja kemarin [Minggu, 5/11/2017] sore dari Jakarta. Alhamdulillah, setelah turun di Stasiun Jebres, ada sukarelawan Jokowi yang jemput saya,” ujar Rambe saat berbincang dengan Solopos.com di AHD, Senin. (Baca: Ribuan Relawan Projo Berdatangan ke Solo untuk Jagong Kahiyang-Bobby)

Rambe memang sudah lama mengagendakan datang ke Solo untuk bisa sowan ke kediaman pribadi presiden idolanya, Joko Widodo (Jokowi). Bertepatan dengan acara mantu Presiden, keinginan Rambe seakan tak terbendung lagi.

Ia pun mengajak istrinya bersama-sama ke Kota Bengawan. Baginya, bertemu dengan Jokowi adalah anugerah terindahnya. “Pak Jokowi itu ‘jelmaan’ Pak Soekarno. Dia itu diutus memang untuk menjaga kebhinekaan bangsa ini,” ujarnya berapi-api.

Rambe memang sukarelawan Jokowi yang dituakan di Jakarta. Itulah sebabnya, meski ia berangkat secara pribadi ke Solo, namun tiket pulang-pergi sudah dipesankan Sukarelawan Nasional Jokowi. “Jadi, saya tinggal berangkat saja,” ujar pria yang menjadi sukarelawan Jokowi sejak 2003 itu. (Baca: 4.000 Kasur Siap Sambut Tamu Mantenan Kahiyang-Bobby)

Rambe dan isrinya sangat bersyukur bisa memiliki kesempatan jagong manten putri Presiden. Momen itu baginya sangat besar maknanya. Selain jagong manten, ia bersama ribuan sukarelawan Jokowi lainnya sangat berharap bisa menguatkan tekad Jokowi dalam memimpin Indonesia selama dua periode.

“Indonesia saat ini diambang perpecahan, Pak Jokowi harapan kami untuk menjaga Pancasila. Orang-orang luar negari saja sangat bangga dengan Pancasila,” ujarnya.

Pantauan Solopos.com, ratusan sukarelawan pendukung Presiden Jokowi dari berbagai daerah luar Solo mulai berdatangan di AHD sejak Minggu (5/11/2017) malam. Mereka datang untuk transit sementara sebelum menghadiri acara pernikahan putri Presiden Jokowi di Kota Solo, Rabu (8/11/2017).

Sukarelawan itu mengatasnamakan Barisan Sukarelawan Jokowi Presiden, (Bara JP), Pro Jokowi (Projo), dan Solidaritas Merah Putih (Solmet) dan lain-lainnya. Mereka ada yang menumpang bus, kendaraan pribadi, kereta, hingga naik pesawat. Kedatangan mereka mendapatkan pengawalan dari aparat TNI-Polri.

Sempat terjadi kericuhan saat sukarelawan berkumpul di aula. Kericuhan dipicu kesalahpahaman antarsukarelawan yang memasang spanduk bergambar logo tertentu. Sukarelawan lainnya yang merasa tak nyaman lantas meminta mencopot spanduk.

Dari situlah terjadi keributan bahkan sempat terjadi aksi dorong-dorongan. Beruntung, aparat polisi lekas ke lokasi dan memisahkan sejumlah sukarelawan yang tersulut emosi. Keributan kembali bisa ditenangkan.

Koordinator Sukarelawan Nasional Jokowi, Ahmad Sutoyo, mengatakan setidaknya ada 81 kelompok sukarelawan yang akan berkumpul di AHD untuk menghadiri pernikahan putri Presiden. Sukarelawan pendukung Jokowi, kata dia, sudah berdatangan sejak Minggu malam dan puncaknya Selasa. “Kami datang untuk mengayubagyo pernikahan putri Pak Jokowi,” kata dia.

Lebih jauh dia menjelaskan jumlah sukarelawan yang berdatangan di AHD diperkirakan mencapai 7.000-an orang. Mereka berasal dari perwakilan sukarelawan Jokowi dari penjuru Tanah Air.

“Karena kapasitas kasur di AHD hanya sekitar 4.000 orang, sebagian sukarelawan menempati barak-barak yang disediakan TNI-Polri,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…