Presiden Jokowi memberi keterangan pers setelah meninjau geladi bersih persiapan pernikahan putrinya, Senin (6/11/2017) sore. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Presiden Jokowi memberi keterangan pers setelah meninjau geladi bersih persiapan pernikahan putrinya, Senin (6/11/2017) sore. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Senin, 6 November 2017 20:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

JOKOWI MANTU
Ditemani Anak Sulung dan Sejumlah Menteri, Presiden Jokowi Pantau Geladi Bersih Pernikahan Kahiyang

Presiden Jokowi memantau langsung geladi bersih pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu, ditemani Gibran dan beberapa menteri.

Solopos.com, SOLO — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memantau langsung geladi bersih persiapan pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu, di city walk Jl. Letjen Suprapto, Sumber, Banjarsari, Solo, ditemani putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka dan beberapa menteri, Senin (6/11/2017).

Menteri yang menemani Jokowi antara lain Menteri Sekretaris Negara Praktikno serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Saat itu, Presiden Jokowi menyaksikan geladi bersih arak-arakan kereta kencana yang bakal mengangkut rombongan calon pengantin pria dan rombongan calon pengantin wanita. (Baca: Tolak Undang Tamu Negara, Presiden Jokowi Undang PKL ke Pernikahan Kahiyang)

Presiden Jokowi meninjau geladi resik di tepi Jl. Letjen Suprapto sekitar 30 menit mulai pukul 15.24 WIB hingga 15.58 WIB. Saat berada di tepi Jl. Letjen Suprapto, Presiden beberapa kali berdiskusi dengan Gibran dan sejumlah menteri tersebut.

Presiden menyebut pelaksanaan serangkaian kegiatan dalam geladi bersih kali ini sudah sesuai yang direncanakan. Dia berharap acara pernikahan Kahiyang berlangsung lancar.

“Ya ini geladi bersih, saya lihat sudah sesuai dengan yang kami rencanakan. Insya Allah nanti mudah-mudahan oleh Allah, acara lancar semuanya,” jelas Jokowi. (Baca: Begini Rencana Prosesi Midodareni Pernikahan Kahiyang)

Jokowi menilai Kahiyang sudah siap untuk berumah tangga. Terkait penyelenggaraan pernikahan Kahiyang, Presiden Jokowi mengakui lebih repot ketimbang saat penyelenggaraan acara pernikahan putra sulungnya pada Juni 2015 lalu.

Dia menilai hal itu sudah lumrah. Penyelenggaraan acara mantu dengan ngunduh mantu memang berbeda. Jika menikahkan anak laki-laki dalam budaya Jawa, keluarga pengantin pria ikut konsep penyelenggaraan acara pernikahan keluarga pengantin perempuan.

“Ya lebih repot sedikit tapi sama saja. Persiapan, prosesinya, melaksanakannya sama saja. Kalau di Jawa itu kalau [menikahkan anak] perempuan namanya mantu kalau namanya laki-laki ngunduh mantu. Beda. Ngikut pihak perempuan. Tahun ini beda, mantu. Di situ,” jelas Presiden. (Baca: Karangan Bunga Banjiri Graha Saba, Tim Jihandak Bertindak)

Presiden menegaskan dirinya akan menikahkan sendiri putrinya pada Rabu (8/11/2017). “Menikahkan sendiri. Sendiri,” tutur Presiden.

Sementara itu, Presiden Jokowi menceritakan pada Senin sore ini tengah dilaksanakan pengajian di kediamannya. Pengajian itu termasuk dalam serangkaian acara yang diadakan dalam pernikahan Kahiyang.

Pengajian dihadiri tetangga-tetangga. “Sore hari ini ada pengajian di rumah. Tetangga-tetangga kampung saja. Besok mulai siraman, midodareni,” jelas Presiden.

 

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…