Ilustrasi pengisian mandiri bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax. (Abdullah Azzam/JIBI/Bisnis) Ilustrasi pengisian mandiri bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax. (Abdullah Azzam/JIBI/Bisnis)
Senin, 6 November 2017 22:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Ini Penjelasan Pertamina terkait Kendaraan Mogok Seusai Isi Pertamax

BBM non subsidi jenis Pertamax diduga menjadi penyebab mogoknya sejumlah kendaraan di SPBU Jambu, Kabupaten Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT) memberikan penjelasan terkait insiden mogoknya sejumlah kendaraan seusai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu (5/11/2017) malam.

Mereka menganggap mogoknya kendaraan itu tak terlepas dari BBM non subsidi jenis Pertamax yang telah ditampung di tangki SPBU Jambu tercampur dengan air hujan.

Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR IV JBT, Andar Titi Lestari, menyebutkan tercampurnya tangki berisi BBM jenis Pertamax itu dengan air menyusul hujan deras yang sebelumnya menguyur wilayah di sekitar SPBU Jambu.

[Baca juga Setelah Isi Pertamax, Puluhan Sepeda Motor Mogok di Jambu]

“Setelah kami cek air tercampur karena drainase yang tidak dapat membendung debit air sehingga membanjiri area sekitar tangki penyimpanan BBM. Letak tangki Pertamax terpisah dengan produk lain, sehingga tidak memengaruhi produk yang lain,” ujar Andar dalam pernyataan resmi yang diterima Semarangpos.com, Senin (6/11/2017).

Andar menyebutkan pihak SPBU Jambu melakukan respons cepat terhadap permasalahan yang dialami konsumen itu. Mereka langsung memanggil teknisi bengkel untuk memperbaiki kendaraan para konsumen yang mogok agar bisa kembali beroperasi seperti sedia kala.

“Selain itu, Pertamax yang telah diisi disedot hingga tuntas dan digantikan dengan Pertalite hingga penuh,” imbuh Andar.

Andar menambahkan demi kepuasan pelanggan untuk sementara penjualan produk BBM non subsidi jenis Pertamax di SPBU Jambu dihentikan. Tangki penyimpanan Pertamax itu akan dikuras lebih dahulu dan terbebas dari kontaminasi air sebelum kembali dioperasikan.

“Kami selalu memperhatikan kepuasan pelanggan dan kualitas produk kami. Maka itu, ke depan kami berharap kejadian semacam ini tidak terulang,” beber Andar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…