Ilustrasi gantung diri
Senin, 6 November 2017 19:35 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

Gantung Diri, Pemuda Klaten Tinggalkan Wasiat Berisi Daftar Utang

Seorang pemuda berusia 23 tahun di Klaten gantung diri diduga karena tak kuat menghadapi masalah utang.

Solopos.com, KLATEN — Seorang warga Dukuh Siderejo, Desa Planggu, Kecamatan Trucuk, Klaten, Waluyo, 23, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan selang air di rumahnya, Senin (6/11/2017) pagi. Keluarga menemukan surat wasiat yang ditulis Waluyo.

Peristiwa itu kali pertama diketahui Rawadi, 58, ayah Waluyo, saat hendak menunaikan Salat Subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Saat hendak memasuki kamar, ia mendapati akanya sudah menggantung menggunakan selang air warna biru.

“Rawadi lantas berteriak-teriak meminta pertolongan warga,” ujar Kapolsek Trucuk AKP Widji Djiwo Mulyono mewakili Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Hasil pemeriksaan tim dokter Puskesmas dan Tim Identifikasi Polres Klaten tidak ditemukan adanya tanda bekas penganiayaan di tubuh Waluyo. Pemuda itu dipastikan meninggal dunia karena bunuh diri. “Keluarga juga menerima ini murni bunuh diri. Kami menduga ada permasalahan keluarga,” kata Kapolsek.

Di sekitar jasad Waluyo ditemukan dua lembar surat wasiat. Dalam surat itu Waluyo menuliskan beberapa pesan salah satunya adalah meminta agar utang-utangnya ke sejumlah orang dengan total sekitar Rp3,1 juta dilunasi. “Dalam wasiat iu juga disebutkan ia [Waluyo] tak tahan lagi menghadapi kehidupan,” ujar Widji.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…