Ilustrasi kesenjangan ekonomi. (Foto: marketeers.com) Ilustrasi kesenjangan ekonomi. (marketeers.com)
Senin, 6 November 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id.

Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober 2017 lalu genap tiga tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Masa tiga tahun ini merefleksikan pemerintahan yang berusaha bekerja mengubah fondasi ekonomi nasional.

Ada pihak yang mengatakan pemerintahan ini cukup berhasil dalam mencapai target pembangunan ekonomi, namun para pengkritik kebijakan pemerintah juga menyampaikan bahwa hasil yang dicapai pemerintahan Jokowi-JK tidak sesuai dengan janji-janji kampanye mereka.

Terkait dengan pertumbuhan ekonomi, Presiden Jokowi menekankan agar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% pada 2018 bisa direalisasikan berdasarkan realisasi pembangunan tahun ini.

Faktanya data Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan II 2017 menunjukkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,95%, lebih lambat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 dengan konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,02%.

Pertumbuhan konsumsi makanan dan minuman mengalami pelambatan menjadi 5,24% pada triwulan II 2017 dari 5,26% pada triwulan II 2016. Komponen nonmakanan dan minuman melambat lebih dalam dari 4,96% pada triwulan II 2016 menjadi hanya 4,77% pada triwulan II 2017.

Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 hanya berkisar di angka 5,17%, sedikit meleset dari target 5,2%. Penurunan konsumsi di negara yang bergantung pada konsumsi rumah tangga memang berdampak pada penurunan permintaan agregat dengan dampak ikutan pelambatan ekonomi.

Target pertumbuhan ekonomi versi pemerintah pada 2017 ini adalah sebesar 5,2%. Angka ini merupakan perkiraan moderat dengan mempertimbangkan potensi ekonomi nasional dan kondisi ekonomi global. Pada 2018 pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6%.

Selanjutnya adalah: Pernyataan pemerintah untuk berhemat

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Pemerataan Kesejahteraan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (24/10/2017). Esai ini karya Anton A. Setyawan, Doktor Ilmu Manajemen dan dosen di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah anton.setyawan@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Tanggal 20 Oktober…