Bupati Sleman Sri Purnomo dan Kepala Dinas Kominfo Sleman Intriati Yudatiningsih saat menunjukan aplikasi Lapor Sleman. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja) Bupati Sleman Sri Purnomo dan Kepala Dinas Kominfo Sleman Intriati Yudatiningsih saat menunjukan aplikasi Lapor Sleman. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 6 November 2017 04:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Duh Dek, Identitas Pelapor di Lapor Sleman Bocor

 Identitas hingga nomor ponsel pelapor bocor ke pihak yang dilaporkan

Solopos.com, SLEMAN-Keberadaan sarana Lapor Sleman mulai mendapat sorotan dari sejumlah warga. Pasalnya, identitas hingga nomor ponsel pelapor bocor ke pihak yang dilaporkan.

Kenyataan pahit itu dialami oleh Novidha Pramudhiana, warga Denokan, Maguwoharjo Depok Sleman. Akibat melaporkan persoalan sampah liar di wilayahnya, ibu rumah tangga ini harus mendapatkan teguran dari Dukuh Denokan. Sebabnya, lokasi pembuangan sampah ilegal tersebut berada di tanah bengkok milik dukuh setempat yang disewakan.

Kasus ini bermula saat Novidha melaporkan adanya sampah liar melalui aplikasi Lapor Sleman pada 26 September 2017 lalu. Saat itu, warga Garan tersebut mengadukan tanah bengkok di depan rumahnya yang dijadikan tempat sampah liar.

Padahal, sampah rumah tangga dari permukiman tersebut dibuang jauh menggunakan jasa kebersihan. “Kok justru di depan rumah kami dijadikan tempat sampah, ” katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (4/11/2017).

Sekitar Oktober lalu, dia mendapat panggilan telepon dari Dukuh Denokan yang memarahinya karena melaporkan masalah tersebut ke Pemkab Sleman. Novidha sempat gusar. Pasalnya laporan yang dikirim lewat aplikasi Lapor Sleman belum ditindaklanjuti, justru omelan dari Dukuh yang diterima karena tidak melakukan laporan sesuai prosedur.

Baca juga : Sampah Ilegal Hotel Berbintang Bikin Warga Denokan Tak Nyaman

“Kami sebagai warga RT 6 Garan Denokan terus terang sudah bingung harus mengadu kemana lagi? Sudah laporkan ke pak Dukuh tapi dicuekin, ” katanya.

Selain mempersoalkan identitas pelapor yanh bocor, Novidha juga menyayangkan pembuangan sampah dan rosok di depan pemukiman warga itu masih beroperasi. Apalagi sekarang sudah mulai turun hujan. “Selain bau menyengat, yang kami resahkan adalah dampak apabila sampah tersebut terkena air maka akan timbul lalat dan nyamuk. Di mana sekitar sampah tersebut banyak anak-anak kecil juga,” katanya.

Baca juga : Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal di Denokan Akan Ditutup

Dia berharap, masalah kebocoran identitas pelapor tersebut ditelusuri oleh Pemkab. Seharusnya, kata Novidha, apapun bentuk laporan atau aduan yang disampaikan Pemkab mampu merahasiakan identitas pelapor. “Ini bahaya sekali kalau identitas dan nomor HP pelapor sampai bocor. Tapi apapun yang terjadi saya siap menghadapinya, ” kata dia.

Ketua RT 06 Denokan Yusron juga menyayangkan adanya kebocoran identitas pelapor pada aplikasi Lapor Sleman. Menurutnya, seharusnya Pemkab bisa melindungi kerahasiaan pelapor karena hal itu cukup sensitif. “Kan lapotan cukup diserahkan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti. Bukan identitas pelapor nya juga diberitahukan ke pihak yang dilaporkan, ” katanya.

Yusron mengaku, secara tidak sengaja melihat ada oknum dari dinas tertentu mendatangi Dukuh Denokan sebelum warganya dimarahi dukuh tersebut. Dia menduga, pertemuan itu terkait dengan laporan yang disampaikan Novidha.

lowongan pekerjaan
PT.BPR DANA UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…