Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memimpin langsung pemindahan perawatan nenek-nenek bernama Asih, 60, dari rumahnya di Kalialang, Gunungpati, Semarang ke rumah sakit, Kamis (2/11/2017) malam. (Okezone.com-Taufik Budi) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memimpin langsung pemindahan perawatan nenek-nenek bernama Asih, 60, dari rumahnya di Kalialang, Gunungpati, Semarang ke rumah sakit, Kamis (2/11/2017) malam. (Okezone.com-Taufik Budi)
Minggu, 5 November 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Newswire Semarang Share :

Wali Kota Semarang Ubah Kisah Tragis Nenek Asih Jadi Mengharu Biru

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengubah kisah tragis nenek-nenek bernama Asih yang lumpuh menjadi mengharukan.

Solopos.com, SEMARANG — Kisah tragis seorang nenek-nenek lumpuh diubah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjadi mengharukan. Nenek-nenek bernama Asih yang berusia 60 tahun itu lumpuh dan selama 14 tahun terakhir hanya dirawat seadanya di rumahnya, Kelurahan Kalialang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Nenek Asih menderita kanker kelenjar getah bening sehingga tubuhnya kurus kering sehingga lemah tak berdaya. Bukan hanya lumpuh, ia juga tak lagi mampu berkomunikasi. Kisah tragis itu menjadi mengharukan setelah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memutuskan merawat nenek Asih di rumah sakit.

Laman aneka berita Okezone.com yang memublikasikan kisah tragis nenek Asih, Jumat (3/11/2017), menggambarkan raut mukanya nyaris tak berekspresi saat sejumlah anggota keluarga dan warga datang untuk memberikan pertolongan. Meskipun prihatin dengan kondisi Asih, keluarganya selama ini tak dapat berbuat banyak lantaran tak punya biaya lagi untuk pengobatan.

“Sudah diperiksakan kemana-mana tapi tidak sembuh. Sudah 14 tahun. Kondisi semakin kurus dan lemah. Jalan pun pelan-pelan,” kata Karmijah, adik Asih, menjawab pertanyaan awak media, Kamis (2/11/2017) malam.

Banyak warga berkerumun di lokasi itu karena Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, juga turut datang bersama satu unit ambulans untuk mengevakuasi Asih. Pria yang akrab disapa Hendi itu langsung berpesan kepada Karmijah untuk menggendong kakaknya dari tempat tidur.

“Saya mewakili keluarga mengucapkan terima kasih telah dibantu. Kami tidak bisa berobat karena tidak punya biaya. Terima kasih atas perhatian Pak Wali Kota telah membantu pengobatan kakak saya ini,” katanya mengharu biru.

Hendi meminta keluarga tak perlu lagi khawatir karena semua biaya pengobatan Asih akan ditanggung pemerintah. Orang nomor satu di Kota Semarang itu pun berterima kasih kepada warga Kalialang yang berkomunikasi dengan pemerintah untuk menyampaikan kondisi tetangganya.

“Kemarin kami baru saja meluncurkan program jaminan pengobatan gratis, yaitu UHC [Universal Health Coverage], kemudian ada warga yang melaporkan Ibu Asih di Kalialang yang membutuhkan bantuan, makanya saya beserta tim dokter datang menjemput. Biaya ditanggung pemerintah,” lugas Hendi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…