Sejumlah warga Sragen mengevakuasi genting yang berceceran menutupi kandang ayam yang roboh diterjang angin puting beliung pada Sabtu (4/11/2017). (Istimewa/Humas Polres Sragen) Sejumlah warga Sragen mengevakuasi genting yang berceceran menutupi kandang ayam yang roboh diterjang angin puting beliung pada Sabtu (4/11/2017). (Istimewa/Humas Polres Sragen)
Minggu, 5 November 2017 15:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

Puting Beliung Sapu 3 Kecamatan di Sragen

Tiga kecamatan di Sragen dilanda puting beliung, pohon-pohon bertumbangan dan kandang ayam roboh.

Solopos.com, SRAGEN — Hujan deras disertai angin ribut melanda sejumlah wilayah di Bumi Sukowati pada Sabtu (4/11/2017) sore. Angin kencang itu mengakibatkan pohon tumbang serta merusak rumah warga dan merobohkan kandang ayam berukuran 12 meter x 90 meter.

Bencana alam tersebut terjadi di Kedawung, Sidoharjo, dan Sragen Kota. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen Dwi Sigit Kartanto menyampaikan ada empat lokasi yang terdampak angin ribut yang mengakibatkan pohon tumbang, yakni di Dukuh Ringinanom, Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung; depan gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sidoharjo, depan Pasar Kota Sragen, dan Desa Wonokerso, Kedawung.

“Pohon-pohon yang tumbang sudah terkondisikan oleh Satgas BPBD Sragen. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu,” ujar Sigit saat dihubungi Solopos.com, Minggu (5/11/2017).

Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Desa Jenggrik, Kecamatan Kedawung, Sragen, Brigadir Ridho, mewakili Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo dan Kapolres AKBP Arif Budiman menyampaikan akibat bencana angin kencang di wilayah Desa Jenggrik, satu kandang ayam ambruk.

Ridho mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 16.30 WIB. “Hujan deras mengguyur Dukuh Sengkleyan RT 018, Desa Jenggrik, Kedawung. Saat itu ada dua orang penjaga kandang ayam milik Teguh Bangun Santoso, 39, yang selesai memberi makan. Tiba-tiba ada angin kencang sekali seperti puting beliung dan merobohkan kandang itu. Untungnya dua orang langsung bisa menyelamatkan diri sehingga tidak mengalami apa-apa,” ujar Ridho saat dihubungi Solopos.com, Minggu siang.

Ridho menyampaikan di kandang ayam itu ada 8.100 ekor ayam. Sebanyak 40% ayam di antaranya mati tertimpa reruntuhan material kandang dan 60% ayam berhasil diselamatkan. “Kendati demikian korban mengalami kerugian mencapai Rp210 juta. Kandangnya menjadi tanggung jawab pemiliknya sementara ayamnya yang mati menjadi tanggung jawab PT Kemitraan yang diajak bekerja sama dalam ternak ayam potong itu,” ujar Ridho.

Terpiah, Camat Kedawung Hiladawati Aziroh menyebut kandang ayam yang ambruk di Desa Jenggrik itu karena diterjang puting beliung. Dia mendapat laporan jumlah ayam di kandang yang ambruk itu mencapai 12.000 ekor yang masih berumur 26 hari.

Selain merobohkan kandang ayam, Hiladawati menyampaikan puting beliung juga merusak teras rumah warga di wilayah Desa Karangpelem. “Ada juga pohon yang ambruk ke persawahan. Kerugiannya belum dilaporkan,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
PT.Astra International tbk, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…