Pangeran Alwaleed bin Talal meninggalkan pengadilan tinggi di London, 2 Juli 2013. (JIBI/Solopos/Reuters/Neil Hall)
Minggu, 5 November 2017 16:00 WIB Saeno/Newswire/JIBI Internasional Share :

Pangeran Alwaleed Ditangkap, Putra Mahkota Diduga Sedang Bersihkan Rival

Pangeran Alwaleed ditangkap hanya beberapa jam setelah komite antikorupsi pimpinan Putra Mahkota dibentuk.

Solopos.com, LONDON — Miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed dan 10 [angeran lainnya yang ditangkap komisi antikorupsi negeri itu dikabarkan akan ditahan di sebuah hotel terkemuka.

New York Times melalui laman nytimes.com menuliskan bahwa Hotel Ritz Carlton di Riyadh, yang merupakan hotel kerajaan, diamankan pada Sabtu (4/1/2017). Hal itu menimbulkan rumor bahwa hotel mewah tersebut akan digunakan untuk menampung para bangsawan yang ditahan.

Sementara itu, bandara untuk pesawat pribadi telah ditutup. Kondisi itu serta merta menimbulkan spekulasi bahwa putra mahkota Pangeran Mohammad bin Salman sedang berusaha untuk menghalangi Alwaleed melarikan diri sebelum penangkapan dilakukan.

Menurut New York Times, Minggu (5/11/2017), Arab Saudi mengumumkan penangkapan pada Sabtu malam terhadap miliarder terkemuka Pangeran Alwaleed bin Talal. Selain itu, sedikitnya 10 pangeran lainnya, empat menteri, dan puluhan mantan menteri ikut ditahan. Baca juga: Komisi Antikorupsi Arab Saudi Tangkap 11 Pangeran, Termasuk Alwaleed.

Pengumuman penangkapan itu diberitakan Al Arabiya, jaringan televisi satelit milik Saudi yang siarannya disetujui secara resmi oleh Kerajaan. Penangkapan Pangeran Alwaleed dinilai akan mengirimkan gelombang kejut baik melalui Kerajaan maupun pusat keuangan utama dunia.

Pasalnya, Alwaleed mengendalikan perusahaan investasi Kingdom Holding dan merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Dia memiliki saham utama di News Corp, Time Warner, Citigroup, Twitter, Apple, Motorola, dan banyak perusahaan terkenal lainnya. Pangeran Alwaleed juga mengendalikan jaringan televisi satelit yang ditonton di seluruh dunia Arab.

Penangkapan terhadap Alwaleed dan sejumlah Pangeran dan bangsawan lainnya tampaknya merupakan langkah terakhir untuk mengkonsolidasikan kekuatan Putra Mahkota Mohammad bin Salman, putra kesayangan sekaligus penasihat utama Raja Salman.

Raja Salman telah memutuskan pembentukan komite anti-korupsi baru yang kuat, dipimpin Putra Mahkota, hanya beberapa jam sebelum komite tersebut memerintahkan penangkapan. Al Arabiya mengatakan bahwa komite antikorupsi memiliki hak untuk menyelidiki, menangkap, melarang melakukan perjalanan, atau membekukan aset siapa pun yang dianggap korup.

Pada usia 32, Putra Mahkota Mohammad bin Salman sudah menjadi suara dominan dalam kebijakan militer, asing, ekonomi dan sosial Saudi. Namun, kenaikannya yang cepat juga telah membuat orang Saudi terbelah. Banyak yang memuji visinya, memberi dukungan karena berupaya mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi kerajaan dan menyusun rencana untuk bergerak meninggalkan ketergantungannya pada minyak.

Kelompok lain melihatnya sebagai orang yang kurang ajar, haus kekuasaan dan tidak berpengalaman, dan mereka membenci dia karena melewati kerabatnya yang lebih tua dan memusatkan begitu banyak kekuatan di satu keluarga.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…