Tim PSIS Semarang. (Instagram-@psisfcofficial) Tim PSIS Semarang. (Instagram-@psisfcofficial)
Minggu, 5 November 2017 20:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

LIGA 2
Yuk Intip Kekuatan Lawan-Lawan PSIS di 8 Besar!

Liga 2 telah memasuki fase 8 besar, di mana PSIS Semarang akan berjumpa Persebaya, PSPS, dan Mojokerto Putra.

Solopos.com, SEMARANG – Kompetisi Liga 2 Indonesia segera memasuki babak delapan besar. Sebagai salah satu tim yang lolos ke fase perempat final tersebut, PSIS Semarang bakal menghadapi lawan-lawan yang tangguh.

Di babak delapan besar, PSIS tergabung di Grup Y bersama Persebaya Surabaya, PSPS Pekanbaru, dan PS Mojokerto Putra. Pelatih PSIS, Subangkit, menganggap semua lawan di babak delapan besar cukup tangguh.

“Kita enggak bisa memandang remeh mereka. Semuanya lawan yang sulit. Itu dibuktikan dengan lolos ke level ini [babak delapan besar],” ujar Subangkit saat berbincang dengan Semarangpos.com, beberapa waktu lalu.

Ucapan Subangkit itu bukan isapan jempol. Secara kekuatan lawan-lawan PSIS Semarang di Babak 8 Besar Liga 2 memang terbilang berat.
Berikut profil lawan-lawan PSIS Semarang di babak delapan besar yang dihimpun Semarangpos.com dari berbagai sumber:

Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya.

Ilustrasi Persebaya Surabaya (officialpersebaya)

Sejak awal bergulirnya Liga 2, Persebaya memang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang lolos ke Liga 1. Namun, anggapan itu sempat menguap menyusul performa buruk tim berjuluk Bajul Ijo itu di awal musim.

Setelah memecat pelatih Iwan Setiawan dan digantikan dengan pelatih asal Argentina, Angel Alfredo Vera, performa Persebaya lambat laun mulai menanjak. Bajul Ijo bahkan bisa lolos dari fase penyisihan sebagai juara grup dengan mengoleksi 29 poin, hasil dari delapan kemenangan, lima seri, dan sekali kalah.

Torehan gol Persebaya juga cukup fantastis. Rendi Irawan dkk. mampu menceploskan 27 gol dan hanya kemasukan 11 kali.
Performa apik Persebaya ini berlanjut di babak 16 besar. Skuat besutan Angel Alfredo Vera itu mampu lolos ke delapan besar sebagai runner up Grup C dengan torehan dua kali kemenangan, tiga kali seri, dan sekali kalah.

Pelatih PSIS, Subangkit, menilai kekuatan Persebaya terletak pada kematangan para pemainnya. Beberapa pemain Persebaya, seperti Rendi Irawan, Ricky Kayame, dan Nerius Alom, telah kenyang pengalaman dan sempat merasakan kompetisi kasta tertinggi bersama Persipura Jayapura.

“Persebaya banyak diisi eks pemain Persipura seperti Nerius Alom, Ricky Kayame, dan Fandry Imbiri. Saat pramusim kami [PSIS] memang pernah beruji coba dengan Persebaya, tapi itu tidak bisa dijadikan patokan karena materi saat itu dengan sekarang sudah jauh berbeda,” ujar Subangkit.

PSPS Pekanbaru

Ilustrasi PSPS Pekanbaru.

Ilustrasi PSPS Pekanbaru (Instagram @pspsriauofficial)

Kiprah PSPS Pekanbaru sepanjang kompetisi Liga 2 musim ini terbilang impresif. Skuat besutan Philip Hansen Maramis itu mampu lolos dari fase penyisihan sebagai juara grup dengan mengoleksi 25 poin, hasil tujuh kali kemenangan, empat seri, dan sekali kalah.

Di babak 16 besar, PSPS sempat menemui jalan terjal. Mereka harus bersaing di grup neraka bersama Persis Solo, PSS Sleman dan Cilegon United.

Meski demikian, rintangan itu mampu diatasi Asykar Bertuah, julukan PSPS, dengan lolos ke babak delapan besar mendampingi Persis Solo.

Herman Dzumafo Epandi menjadi sosok sentral bagi PSPS. Meski usianya tak muda lagi, striker naturalisasi asal Kamerun ini menjadi aktor penting keberhasilan PSPS lolos ke delapan besar.

“Dzumafo memang tidak muda lagi. Tapi, pengalaman dan teknik yang dimiliki mampu memacu semangat pemain PSPS lainnya. Ia juga masih mampu menyulitkan barisan pertahanan lawan,” tutur allenatore PSIS, Subangkit.

PS Mojokerto Putra

Ilustrasi PS Mojokerto Putra.

Tim PS Mojokerto Putra (Instagram @ronaldrizal99)

Dari tiga empat tim yang tergabung di Grup Y Babak 8 Besar Liga 2, mungkin PS Mojokerto Putra yang paling tidak begitu diperhitungkan untuk lolos ke babak selanjutnya. Meski demikian, bukan berarti tim ini patut dipandang sebelah mata.

Predikat kuda hitam justru layak diberikan pada tim berjuluk Laskar Majapahit ini. Terbukti, meski tak terlalu diperhitungkan, skuat besutan Redi Supriyanto itu justru mampu lolos dari babak penyisihan Grup 8 sebagai juara grup, dengan torehan 22 poin unggul atas Kalteng Putra dan Persik Kediri.

Superioritas PS Mojokerto Putra itu berlanjut di babak 16 besar saat menjadi juara Grup D, mengungguli Martapura FC, dengan torehan 12 poin hasil empat kali kemenangan dan dua kali kalah.

Kekuatan PS Mojokerto Putra terletak pada kolektivitas para pemain. Selain itu, Laskar Majapahit juga mengandalkan ketajaman eks striker Bhayangkara United, Indra Setiawan, yang hingga saat ini telah melesakkan 11 gol.

“Di Mojokerto Putra juga ada sosok Tamsil Sijaya. Saya tahu kualitas Tamsil saat masih memperkuat Persik Kediri,” terang Subangkit.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…