Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri), Sekda Jateng Sri Puryono, bersama Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama (kedua dari kanan) tampil dalam pergelaran Wayang Spektra 60 Guru Besar Undip dengan lakon "Semar Mbangun Kahyangan" di kampus Undip Pleburan di Semarang, Jateng, Jumat (3/11/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-dokumen UPT Humas Undip) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri), Sekda Jateng Sri Puryono, bersama Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama (kedua dari kanan) tampil dalam pergelaran Wayang Spektra 60 Guru Besar Undip dengan lakon "Semar Mbangun Kahyangan" di kampus Undip Pleburan di Semarang, Jateng, Jumat (3/11/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-dokumen UPT Humas Undip)
Minggu, 5 November 2017 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Feature Share :

FOTO KAMPUS DI SEMARANG
Kala 60 Profesor Undip Mentas Wayang

Kampus Undip Semarang mementaskan wayang orang.

Menristekdikti M. Nasir (kiri), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (ketiga dari kanan), Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono (kedua dari kanan), dan Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama (kanan) tampil dalam pergelaran Wayang Spektra 60 Guru Besar Undip dengan lakon "Semar Mbangun Kahyangan" di kampus Undip Pleburan di Semarang, Jateng, Jumat (3/11/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Menristekdikti M. Nasir (kiri), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (ketiga dari kanan), Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono (kedua dari kanan), dan Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama (kanan) tampil dalam pergelaran Wayang Spektra 60 Guru Besar Undip dengan lakon “Semar Mbangun Kahyangan” di kampus Undip Pleburan di Semarang, Jateng, Jumat (3/11/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Sebanyak 60 guru besar  Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Jumat (3/11/2017) malam lalu, mementaskan pergelaran wayang orang memperingati dies natalis ke-60 kampus tempat para profesor itu bernaung selama ini. Pergelaran wayang di Auditorium Imam Barjo Undip, Jl. Imam Barjo No. 1, kampus Undip Pleburan di Kota Semarang, Jawa Tengah itu dengan didukung pula oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. M. Nasir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Sekda Jateng Sri Puryono, serta para seniman Perkumpulan Wayang Orang (WO) Ngesti Pandawa Madiun yang selama ini setia menggelar pertunjukan di Kota Semarang.

Menristekdikti M. Nasir (kiri) memerankan Bathara Brama saat pergelaran Wayang Spektra 60 Guru Besar Undip dengan lakon "Semar Mbangun Kahyangan" di kampus Undip Pleburan di Semarang, Jateng, Jumat (3/11/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Menristekdikti M. Nasir (kiri) memerankan Bathara Brama saat pergelaran Wayang Spektra 60 Guru Besar Undip dengan lakon “Semar Mbangun Kahyangan” di kampus Undip Pleburan di Semarang, Jateng, Jumat (3/11/2017) malam. (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Para profesor dan pejabat mendapatkan peran masing-masing pada pergelaran wayang orang bertajuk Wayang Spektra 60 Guru Besar Undip yang mengangkat lakon “Semar Mbangun Kahyangan” itu. Sutradara Danang Respati dari Perkumpulan W.O. Ngesti Pandawa mendaulat Menristekdikti Nasir berperan sebagai Bathara Brama, Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama kebagian peran sebagai Sang Hyang Guru, Gubernur Ganjar sebagai Sang Hyang Wenang, Sekda Jateng sebagai Prabu Kresna. Sementara itu, Semar sebagai tokoh sentral diperankan Ketua Senat Undip Prof. Sunarso.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…