Ilustrasi laga bola basket. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Ilustrasi laga bola basket. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Minggu, 5 November 2017 10:20 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Umum Share :

IBL 2017/2018 Seri I Digelar di Semarang, Bima Perkasa Jogja Diuntungkan

Seri pembuka kompetisi bola basket Indonesian Basketball League digelar di Kota ATLAS

Solopos.com, JOGJA-Sempat direncanakan di gelar di Jakarta, operator kompetisi bola basket Indonesian Basketball League (IBL), Starting Five akhirnya melakukan perubahan venue seri pembuka.

Pada rilis jadwal terbaru, IBL 2017/2018 Seri I akan digelar di Semarang, 8-10 Desember 2017. Selain Kota ATLAS, IBL juga dihelat di Bandung, Solo, Jakarta, Surabaya, Jogja, Cirebon, dan Malang. Sementara, babak first round divisi merah digelar pada 2, 3, 5 Maret 2018 dan divisi putih pada 9-12 Maret 2018. Adapun semifinal divisi merah dihelat pada 22, 24, 25 Maret 2018, divisi putih pada 5,7,8 April 2018. Untuk final digelar 19,21,22 April 2018.

Manajer Bima Perkasa (BP) Jogja Cristina Novita mengatakan, sedikit banyak pihaknya merasa diuntungkan adanya perubahan venue pertandingan seri I. Sebab, jarak antara Jogja dengan Semarang cukup dekat dan hal ini cukup banyak akan berpengaruh terhadap
kebugaran pemain.

“Meskipun jadi digelar di Jakarta kami juga sudah siap. Secara teknis kami sudah persiapkan semuanya. Termasuk game mana yang harus kami ambil,” katanya kepada Harian Jogja, Jumat (3/11/2017) sore.

Disinggung mengenai lawan pertama yang akan dihadapi oleh BP Jogja, Novita mengaku sampai saat ini pihaknya masih menunggu kejelasan dari operator kompetisi. Sementara, untuk mempersiapkan diri menghadapi Seri I, BP Jogja dipastikan akan tampil di Perbasi Cup 2017, di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Pada turnamen pemanasan sebelum IBL 2018 digulirkan kali ini pihaknya tidak memiliki target apa-apa. Sebab, target awal yang dibebankan oleh manajemen BP Jogja adalah meraih play off pada IBL 2018. “Target kami tetap di kompetisi. Perbasi Cup ini hanya sebagai ajang pemanasan,” ucapnya.

Sementara pelatih BP Jogja Raul Miquel Hadinoto mengaku tidak terlalu menargetkan hasil optimal pada Perbasi Cup. Ia melihat gelaran ini hanya jadi ajang pemanasan sekaligus adaptasi bagi Emilio Parks dan Antoni Mc Donald dengan sejumlah pemain lokal menjelang seri I.

Pelatih yang akrab dipanggil Ebos ini pun mengungkapkan, dengan waktu mepet jelang Perbasi Cup dan Seri I IBL, maka pihaknya kini lebih memilih menyempurnakan strategi daripada menambah pemain. Sejatinya manajemen BP Jogja masih menunggu satu pemain dari salah satu klub IBL, akan tetapi dalam perkembangannya, pemain tersebut, memilih untuk membela Siliwangi Bandung.

“Adit pilih ke Siliwangi. Dan kami tidak akan paksakan untuk tambah pemain. Sejauh ini kami akan maksimalkan pemain yang ada,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ebos, pihaknya juga memertimbangkan adanya perubahan tim di Divisi Merah, di mana akan diisi oleh Satria Muda Pertamina, Bank BJB Garuda, NSH, Hangtuah Sumsel, membuat BP Jogja harus benar-benar mempersiapkan tim dengan sebaik-baiknya. “Meskipun secara kekuatan sebenarnya tidak banyak berubah. Namun kami harus persiapkan dengan optimal,” paparnya.

lowongan pekerjaan
OPTION EXECUTIVE KTV & BAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…