Tumpukan sampah ilegal dari beberapa hotel berbintang yang dibuang dekat dengan lahan permukiman warga Denokan Maguwoharjo Depok Sleman, Jumat (3/11/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Tumpukan sampah ilegal dari beberapa hotel berbintang yang dibuang dekat dengan lahan permukiman warga Denokan Maguwoharjo Depok Sleman, Jumat (3/11/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Minggu, 5 November 2017 22:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Dinas Lingkungan Hidup Sleman Janji Tutup Lokasi Sampah Liar Denokan

Sampah liar di Denokan berasal dari hotel berbintang

Solopos.com, SLEMAN-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman berjanji akan memanggil pihak pengelola hotel dalam waktu dekat. Selain itu, DLH akan menutup lokasi pembuangan limbah dari hotel berbintang itu.

Kepala DLH Sleman Purwanto mengatakan, ia belum menerima laporan adanya gunungan limbah dari hotel-hotel berbintang di wilayah Denokan Maguwoharjo, Sleman. Meski begitu, dia berjanji akan menutup lokasi tersebut karena dinilai melanggar ketentuan yang ada. “Tentu akan kami tutup. Itu tidak dibenarkan,” katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (4/11/2017).

Dia mengatakan, mekanisme pembuangan sampah sudah diatur dalam Perda No 4/2015 tentang pengelolaan sampah. Sayangnya, masih banyak yang belum mematuhi ketentuan tersebut sehingga banyak ditemukan lokasi pembuangan sampah liar.

Salah satunya di wilayah Kecamatan Depok. Selama ini, volume sampah di wilayah Depok cukup tinggi karena menjadi wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk. Di samping itu, frekuensi aktivitas pembangunan di wilayah tersebut terus meningkat. Kondisi tersebut membuat oknum-oknum nakal membuang sampah di tempat yang tidak seharusnya.

Berdasarakan penelusuran Harian Jogja, tidak semua dusun di kecamatan ini memiliki kelompok pengelola sampah mandiri. Dari 58 padukuhan, hanya 16 padukuhan saja yang memiliki kelompok tersebut. Adapun total kelompok pengelola sampah mandiri di Sleman hanya 200 kelompok, 16 transfer depo, 28 truk sampah, 14 tempat Pembuangan Sampah Terpadu 3R dan 20 TPS.

Kasus pembuangan limbah dari hotel-hotel berbintang bukan pertama kali terjadi. Banyak kasus pihak ketiga yang membuang sampah atau limbahnya tidak ke TPA Piyungan. Limbah dibuang ke lokasi lain secara liar. Pekan lalu, DLH Sleman juga menangani kasus limbah dari hotel berbintang di wilayah Nanggulan Maguwoharjo.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…