Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Suwilwan Rachmat (lima dari kiri), menyerahkan paket sembako kepada driver Gojek di halaman kantornya, Sabtu (4/11/2017). (Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos) Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Suwilwan Rachmat (lima dari kiri), menyerahkan paket sembako kepada driver Gojek di halaman kantornya, Sabtu (4/11/2017). (Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos)
Minggu, 5 November 2017 11:35 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Solo Share :

BPJS Ketenagakerjaan Solo Bidik 8.000 Driver Gojek

BPJS Ketenagakerjaan Solo menggandeng driver Gojek untuk menjadi  peserta.

Solopos.com, SOLO — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan fokus menggandeng driver atau mitra Gojek menjadi peserta. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40, BPJS Ketenagakerjaan mengadakan pasar murah dan pendonoran darah melibatkan driver transportasi berbasis aplikasi online ini.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Suwilwan Rachmat, menyampaikan program menggandeng driver Gojek ini masih baru. Secara rutin diadakan sosialisasi dan edukasi mengenai keuntungan dan kelebihan menjadi peserta jaminan sosial. (Baca: Tambah Layanan Trauma Center, BPJS TK Gandeng RS Slamet Riyadi)

Dari 8.000 driver yang terdaftar baru sekitar 600 orang yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Soloraya. Kerja sama dengan driver Gojek baru sebulan terakhir diintensifkan dan sudah ada 600 orang.

Driver Gojek tercatat sebagai peserta mandiri atau bukan penerima upah (BPU) karena statusnya mitra Gojek, bukan karyawan. “Oleh karena itu, sebagai bentuk apresiasi dan mendorong driver lainnya untuk menjadi peserta, mereka dilibatkan dalam perayaan HUT ke-40 BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Willy ini kepada wartawan di kantornya, Sabtu (5/11/2017).

Sebagai peserta BPU, driver Gojek boleh hanya mengikuti dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan iuran Rp16.800 per bulan. Namun, jika ingin mengikuti tiga program, termasuk Jaminan Hari Tua (JHT) iuran yang dibayar menjadi Rp36.800 per bulan. (Baca: Mei, Pedagang Klewer Mulai Dilindungi BPJS TK)

Pendekatan terus dilakukan mengingat masih banyak driver yang belum menjadi peserta. “Mitra Gojek ini memiliki risiko kerja yang tinggi karena aktivitas bekerjanya di jalan sehingga perlu mendapat perlindungan,” kata dia.

Willy mengatakan jumlah peserta informal ini terus bertambah. Saat ini tercatat ada 25.800 peserta BPU yang telah terdaftar. Leader Grup Gojek Solo, Budi Lestari Sulistyo, mengatakan mitra Gojek tertarik mendaftar karena pekerjaan yang riskan mengalami kecelakaan karena hampir 24 jam berada di jalan.

“BPJS Ketenagakerjaan ini sangat membantu ketika mengalami kecelakaan dan belum bisa bekerja, ada santunan. Cukup banyak driver yang mengikuti tiga program karena ada keuntungan bisa mengajukan pembiayaan rumah. Namun ingin ikut berapa program, kami serahkan ke masing-masing driver,” ujarnya.

Sementara itu, pada perayaan HUT ke-40 BPJS Ketenagakerjaan tersebut disediakan 600 paket sembako untuk 600 driver yang telah terdaftar. Paket sembako senilai Rp150.000 berisi 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 kg gula, teh, mi instan, dan susu.

Namun, peserta cukup membayar 40% dari harga sebenarnya. Selain itu, mitra Gojek ini juga bisa menyumbangkan darahnya melalui kegiatan pendonoran darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Solo.

“Acara ini diadakan di 40 kota secara nasional sebagai rangkaian perayaan HUT BPJS Ketenagakerjaan pada 5 Desember nanti,” imbuh Willy.

BPJS Ketenagakerjaan juga mengadakan 40 days challenge yang dimulai sejak 26 Oktober dan berlaku bagi umum. Setiap pagi admin media sosial BPJS Ketenagakerjaan akan mengunggah materi tantangan, kemudian tiga terbaik akan mendapatkan hadiah yang menarik.

“Sudah 40 tahun perlindungan ke pekerja di Indonesia diberikan sejak menjadi PT Astek, Jamsostek, dan kini menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Kami terus meningkatkan manfaat yang dapat diterima peserta BPJS ketenagakerjaan dengan harapan para peserta merasakan keberadaan kami bukan hanya saat mendapat musibah, tapi juga kehidupan sehari-hari,” kata Willy.

 

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…