Brown Canyon di Kelurahan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jateng. (Facebook.com-Saro Mitro) Brown Canyon di Kelurahan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jateng. (Facebook.com-Saro Mitro)
Sabtu, 4 November 2017 12:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

WISATA DEMAK
Bukan Cuma di Semarang, Brown Canyon di Demak Juga Rawan Pemalakan

Wisata ke Brown Canyon di Kabupaten Demak kini kurang nyaman dengan hadirnya para pemalak.

Solopos.com, DEMAK – Orang-orang tak bertanggung jawab yang kerap memaksa meminta uang kepada para pengunjung di objek wisata Brown Canyon di Kelurahan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) dikabarkan sudah meresahkan. Seperti yang terjadi di Brown Canyon Kota Semarang beberapa waktu lalu, di Brown Canyon Demak ternyata juga ada beberapa orang yang meminta uang kepada pengunjung dengan alasan sebagai ongkos masuk.

Kabar hadirnya para pemalak di objek wisata Demak yang sebenarnya merupakan lokasi tambang bahan galian golongan C itu mencuat di media sosial Facebook dan menjadi sorotan warganet. Pengguna akun Facebook Saro Mitro, di dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar), mengungkapkan dirinya dimintai uang kala akan masuk ke salah satu objek wisata di Kabupaten Demak tersebut.

“Lokasi Brown Canyon Pucang Gading, kalau kemarau berdebu, hujan becek, yang minta tiket masuk maksa 1 motor 2 orang 10 ribu,” tulisnya di grup Facebook tersebut, Senin (23/10/2017), dengan menyertakan foto Brown Canyon Demak.

Hal itu hampir sama dengan yang terjadi di Brown Canyon Semarang beberapa waktu lalu. Bedanya, para pengunjung yang ingin ke Brown Canyon Semarang kini sudah dijamin gratis, meski tak sedikit yang meragukannya.

[Baca juga Masuk Kawasan Brown Canyon Dijamin Gratis, Netizen Masih Ragu]

Kabar hadirnya pemalak di salah satu objek wisata di Kabupaten Demak itu pun membuat warganet merasa geram. Mereka menyatakan para pemalak itu hanyalah preman yang sama sekali tidak ikut andil mengelola Brown Canyon. “Mbayar keamanan preman, dr pd molo brow [Bayar uang keamanan preman daripada menjadi masalah],” ungkap pengguna akun Facebook Siswanto Papanya Salza II.

Ono2 wae. Koyok ngono kog iyo di acarake. Nek di jaluki gantian jaluk tiket bos [Ada-ada saja, tempat seperti itu dimintai uang tiket. Jika dimintai uang coba minta tiketnya],” tulis pengguna akun Facebook Bintang Gemilang.

Bukan hanya itu, para pengunjung yang ingin mengadakan sesi foto di tempat tersebut bahkan harus membayar uang yang tak sedikit. “Aku pernah mau prewed di sini. Udah pakai gaun lengkap dengan makeup cetar. Eehh dimintain bayar 150 ribu. Yang mintain kayak preman gitu modelnya. Kalo dikelola pemerintah sih ga masalah dimintain segitu,” ungkap pengguna akun Facebook Rima Affiani Adhiningrum.

Mereka lantas ingin memboikot salah satu objek wisata di Demak itu agar sepi tanpa pengunjung. Mereka juga mengimbau kepada wisatawan agar tak berkunjung ke Brown Canyon Demak sebelum dipastikan bebas dari permanisme. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…