Warga beraktivitas di dekat tempat pelelangan ikan Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul pada akhir 2013 (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryani) Warga beraktivitas di dekat tempat pelelangan ikan Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul pada akhir 2013 (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryani)
Sabtu, 4 November 2017 05:41 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Setelah Basmi Karaoke Samas, Begini Rencana Pemdes Srigading

Pemdes Srigading mengklaim akan bantu warga yang ingin ganti usaha karaoke.

Solopos.com, BANTUL— Pemerintah menyatakan akan menutup kompleks karaoke di kawasan Pantai Samas, Srigading, Sanden, Bantul. Pemerintah desa sudah menyiapkan program khusus untuk Pantai Samas.

Kepala Desa Srigading, Sanden, Bantul Wahyu Widodo menuturkan, pemerintah desa bersama Polres Bantul, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta pihak terkait telah melakukan audiensi pada Kamis (2/11/2017) lalu dengan pemilik karaoke di Samas. Audiensi itu membahas agar kompleks karaoke ditutup seperti yang akan dilakukan di Parangtritis.

“Pada audiensi yang dihadiri sekitar 25 pemilik karaoke tersebut pada intinya mereka sepakat untuk menutup. Ya walaupun pastinya juga karena terpaksa untuk menutup,” kata Wahyu Jumat (3/11/2017). Pemerintah menargetkan, penutupan karaoke paling lambat dilaksanakan pada Desember. Terkait teknis penutupan dirinya menyerahkan ke Satpol PP.

Dia juga mengatakan akan turut membantu para pemilik karaoke jika ingin beralih usaha selain karaoke. Misalnya bantuan modal. “Saya juga menawarkan untuk buka usaha berupa lapak-lapak yang nanti kami tata. Ya walaupun pada dasarnya kami tetap mengutamakan warga asli,” tutur dia.

Wahyu mengatakan, dalam pemberian lapak nantinya akan benar-benar diseleksi dengan ketat karena ditakutkan pemilik karaoke yang telah menerima bantuan modal justru pergi begitu saja.

Ditambahkannya, setelah karaoke ditutup, kawasan Samas akan ditata. Ia mengklaim, penataan itu akan membuat Samas lebih baik lagi. Tujuannya kata dia untuk menjalankan program “Srigading Bersih”. “Tentunya kawasan Pantai Samas atau Srigading yang bersih sampah maupun hal negatif lainnya, tadi juga sudah dilakukan bersih Pantai Samas, nanti juga ada penelitian jentik nyamuk, dan sebagainya,” kata Wahyu.

Sebelumnya diberitakan, kawasan Pantai Samas kini dibanjiri para pemandu karaoke yang semula beroperasi di Parangtritis. Para pemandu karaoke itu diduga bermigrasi ke Pantai Samas setelah Pemkab melayangkan surat penutupkan kompleks karaoke di Parangtritis yang selama ini menjadi tempat mereka mencari nafkah. Pemerintah berdalih, kompleks karaoke Parangtritis menjadi wadah prostitusi terselubung berkedok karaoke.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…