Sejumlah penari tengah menari dalam perayaan sewindu Baleseni Condroradono, pada Jumat (3/11/2017) malam. (Istimewa/Dok. Pribadi) Sejumlah penari tengah menari dalam perayaan sewindu Baleseni Condroradono, pada Jumat (3/11/2017) malam. (Istimewa/Dok. Pribadi)
Sabtu, 4 November 2017 16:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ragam Tarian Meriahkan Sewindu Baleseni Condroradono

Perayaan sewindu Baleseni Condroradono.

Solopos.com, JOGJA— Sejumlah seniman merayakan sewindu atau delapan tahun berdirinya lembaga kesenian Baleseni Condroradono. Berbagai tarian disuguhkan pada peringatan yang digelar, Jumat (3/11/2017) malam di Dalem Mangkubumen, Universitas Widya Mataram Jogja tersebut.

Ragam tarian dipersembahkan pada malam perayaan yang dihadiri kerabat Kraton Jogja sekaligus mantan Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhaningrat tersebut. Antara lain Tari Turangga Manis, Tari Klana Surengpati, Tari Joget Kidung Piweling dan sejumlah tarian lainnya. Sejumlah tarian itu merupakan besutan seniman Kuswarsantyo yang terkenal dengan gelar Doktor Jatilan.

Dosen jurusan pendidikan seni tari yang juga Ketua Jurusan Pendidikan Seni Tari FBS UNY itu merupakan Direktur Teknik Baleseni Condroradono.

“Sulit diungkapkan dengan kata-kata, rasa bangga, senang dan syukur, mendapati kenyataan bahwa Baleseni Condroradono dapat bertahan dan terus berjuang untuk berkiprah, khusus di bidang tari dan batik,” ungkap
Ketua Baleseni, Kusminari, dalam sambutannya pada Jumat (3/11/2017) malam, seperti dirilis Sabtu (4/11/2017).

Kusminari menceritakan, tidak ada persiapan yang ditata dengan seksama saat ide mendirikan Baleseni Condroradono muncul. “Hanya semangat bulat, yang membuat kami melangkah, kendati dengan segala keterbatasan,” tutur pendiri Baleseni Condroradono itu.

Ide mendirikan Baleseni Condroradono kata dia hanya didasari kecintaan pada seni tradisi, serta tekad untuk melestarikan apa yang telah diwariskan oleh orangtua, dan leluhur.

“Bagi kami, baleseni adalah ruang bersama, suatu ruang budaya, yang tidak sekadar menjadi tempat para seniman mengekspresikan kemampuan dan karya, mendialogkan ide dan menemukan hikmat, tetapi juga tempat yang diharapkan mampu mendorong lahirnya pengertian-pengertian baru yang memberi fondasi bagi tata hidup bersama yang penuh arti,” lanjut Kusminari.

Baleseni Condroradono berdiri pada 19 Oktober 2009 silam dan diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Baleseni yang berlokasi di kawasan Kadipaten, Kota Jogja itu dalam perjalanannya, telah menjadi wadah kegiatan dan pengembangan seni tari dan batik.

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…