Air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri di Kedungareng, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, surut. Foto diambil Jumat (3/11/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri di Kedungareng, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, surut. Foto diambil Jumat (3/11/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Sabtu, 4 November 2017 13:00 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

Pintu Dam Colo Dibuka Besok, Pasokan Air dari WGM Ditingkatkan

Pintu Dam Colo akan kembali dibuka besok.

Solopos.com, WONOGIRI — Pintu air Saluran Induk Colo Timur (SICT) dan Saluran Induk Colo Barat (SICB) di Dam Colo Nguter, Sukoharjo rencananya dibuka Minggu (5/11/2017) pukul 06.00 WIB.

Saat dibuka, debit outflow atau air yang didistribusikan ke Dam Colo melalui pintu hollow jet valve (HJV) Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri akan ditingkatkan dari 4 m3/detik menjadi 12 m3/detik.

Pejabat Pengganti Sementara Kepala Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) III Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Taufiqurrahman, melalui Kepala Sub Divisi Jasa ASA III/I, Hermawan Cahyo, Jumat (3/11/2017), menyampaikan hal tersebut berdasar hasil sidang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Sungai Bengawan Solo, Jumat.

Pada awal pembukaan, debit air yang didistribusikan melalui SICT sebesar 7 m3/detik, sedangkan SICB 3 m3/detik. Besaran debit di kedua saluran induk tidak tetap. Debit akan diubah sesuai pertimbangan tertentu, seperti menyesuaikan kebutuhan petani, besaran debit yang masuk di WGM dan sebagainya.

Oleh karena SICT dan SICB akan dibuka lagi, debit outflow dari HJV WGM juga akan ditingkatkan menjadi 12 m3/detik. “Itu untuk menyuplai air irigasi ke Colo Timur dan Colo Barat [SICT dan SICB],” kata Hermawan.

Ditingkatkannya debit outflow mengakibatkan air yang ditampung di WGM akan semakin berkurang apabila hujan tak turun. Hal itu karena debit inflow atau air yang masuk ke waduk tetap sama.

Informasi yang dihimpun di Kantor Divisi Jasa ASA III/I, debit inflow WGM saat ini stabil di angka 4 m3/detik. Suplai air terbanyak dari Sungai Keduang. Pada Jumat itu air yang ditampung tercatat 66.176.969 m3 dengan elevasi atau ketinggian air mendekati batas terendah, yakni 127,66 meter di atas permukaan laut (mdpl). Batas elevasi terendah 127 mdpl.

“Semoga saja hujan segera turun secara teratur. BMKG [Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika] memperkirakan November ini akan turun hujan dengan intensitas sedang,” imbuh Hermawan.

Namun, apabila hujan tetap tak turun, Divisi Jasa ASA III/I akan berkoordinasi dengan TKPSDA untuk menentukan keputusan mengenai pendistribusian air dari WGM ke Dam Colo, apakah debit outflow akan diturunkan lagi hingga di posisi sebelumnya, yakni 4 m3/detik, atau tetap sebesar 12 m3/detik atau keputusan lainnya.

Keputusan itu perlu diambil agar WGM tetap memiliki cadangan air. Apabila hujan tak kunjung turun dan air yang ditampung waduk semakin sedikit, Hermawan menyebut kondisi itu sebagai kondisi force majeure atau kejadian yang tak bisa dikendalikan manusia.

Seperti diketahui, pintu air SICB dan SICT di Dam Colo ditutup sejak 5 Oktober lalu. Distribusi air ke saluran ditutup agar petugas dapat memperbaiki saluran.

Warga Joho, Giriwono, Kecamatan Wonogiri, Bambang, saat ditemui di tepi waduk di Kedungareng, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, mengatakan air di WGM menyusut sangat drastis. Dia berharap hujan segera turun agar semua orang yang menggantungkan harapan pada air dari WGM tak resah lagi.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…