Sejumlah ibu-ibu di Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, meronce daun tembakau di rumah pengepul tembakau di Ngasem, Jumat (3/11/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos) Sejumlah ibu-ibu di Desa Ngasem, Colomadu, Karanganyar, meronce daun tembakau di rumah pengepul tembakau di Ngasem, Jumat (3/11/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Sabtu, 4 November 2017 04:35 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PERTANIAN KARANGANYAR
Sempat Cemas karena Hujan, Petani Tembakau Colomadu Lega Bisa Panen

Para petani tembakau di Colomadu, Karanganyar, bisa panen meski sempat cemas karena hujan.

Solopos.com, KARANGANYAR — Sejumlah petani tembakau di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, bisa menikmati hasil panen tembakau. Mereka sempat cemas panen akan gagal karena belakangan hujan kerap turun.

Mereka juga cukup beruntung karena harga tembakau pada musim panen kali ini cukup bagus. “Harga daun tembakau janturan pada panenan ini Rp32.000 sampai Rp34.000 per kilogram. Sedangkan harga tahun lalu berkisar Rp25.000 per kilogram,” ujar salah seorang petani tembakau di Desa Ngasem, Colomadu, Eko, ketika ditemui Solopos.com di kediamannya, Jumat (3/11/2017).

Menurut dia, harga tembakau Rp32.000 sampai Rp34.000 per kiligram tersebut terbilang bagus. Karena itu kekhawatiran para petani yang semula mengira harga panenan mereka akan jatuh tidak terjadi.

Dia menjelaskan sebelumnya beberapa petani sempat ketir-ketir dengan turunnya hujan cukup deras hingga beberapa kali pada musim kemarau lalu. Mereka khawatir turunnya hujan cukup deras hingga beberapa kali akan merusak tanaman tembakau sehingga gagal panen.

Menyinggung soal hama tanaman, Eko mengatakan tetap ada namun bisa diatasi dengan obat tertentu. Dengan demikian tidak menjadi masalah bagi para petani.

Sementara itu, Mantri Tani Colomadu, Alex Priyono, juga mengapresiasi baiknya harga tembakau pada panen musim ini. Dengan demikian petani yang telah bersusah payah bisa menikmati hasil jerih payah mereka.

“Sekarang ini harga tembakau memang cukup bagus. Ini tentu menjadi keberuntungan para petani tembakau yang panen musim ini,” ujar dia.

Dia mengungkapkan pada musim panen ini petani yang menanam tembakau dalam satu patok bisa memperoleh hasil Rp12 juta. Dalam satu patok bisa didapat daun tembakau hingga 4,5 ton.

Berdasar informasi yang diperolehnya harga tembakau petik dari ladang berkisar Rp2.700 per kilogram. Harga ini dinilai cukup bagus karena harga break event point (BEP) tembakau berkisar Rp1.500 per kilogram.

 

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…