Warga menaikkan besi beton ke becak di depan Pasar Sidomulyo, Banjarsari, Solo, Jumat (3/11/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Koran Solo) Warga menaikkan besi beton ke becak di depan Pasar Sidomulyo, Banjarsari, Solo, Jumat (3/11/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Koran Solo)
Sabtu, 4 November 2017 14:00 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Koran Solo Solo Share :

Permintaan Besi Beton di Solo Tinggi Meski Harga Naik 30%

Harga besi beton di Solo naik.

Solopos.com, SOLO — Harga besi di Pasar Sidomulyo di Banjarsari, Solo, terus meningkat beberapa bulan terakhir. Peningkatan harga saat ini mencapai Rp3.000 per kilogramnya. Sejumlah barang yang terbuat dari besi pun ikut naik, Jumat (3/11/2017).

Salah satu pedagang di Pasar Sidomulyo Solo, Suwandi, mengatakan harga besi beton atau besi cor saat ini Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram. Besi yang dijual sudah dalam kondisi siap pakai karena sudah dirakit menjadi tulang cor. Ada juga besi berbentuk cakar ayam.

Menurutnya harga tersebut sudah berlaku sejak sebulan terakhir. “Sebelumnya [sebelum Lebaran] hanya Rp9.000 per kilogram. Setelah Lebaran harga terus naik dengan cepat,” kata dia saat ditemui Koran Solo/JIBI di kiosnya, Jumat.

Bukan hanya besi beton, barang-barang yang terbuat dari besi pun ikut naik harga. Cangkul misalnya, untuk kualitas bagus sebelumnya bisa didapat dengan harga Rp55.000, kini naik menjadi Rp70.000. Sedangkan cetok yang dulunya Rp12.500 sekarang naik menjadi sekitar Rp20.000.

Kampak sebelumnya dijual dengan harga Rp60.000-Rp65.000 saat ini menjadi sekitar Rp85.000. “Semua naik, rata-rata kenaikannya 30 persen,” kata dia.

Meski naik, dia mengatakan penjualan besi maupun alat-alat pertukangan tersebut justru meningkat sekitar 30 persen. “Sebelum Lebaran kurang laku, taoi saat ini penjualannya cukup baik,” tutur dia.

Pedagang besi lainnya, Eka, mengatakan harga besi beton saat ini sekitar Rp11.000 per kilogram. Harga tersebut sudah sedikit turun dari harga dua pekan sebelumnya yang mencapai Rp12.500 per kilogram. Namun harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan harga sekitar Juli lalu. “Harga sebelumnya sekitar Rp9.500-Rp10.000 per kilogram,” kata dia, Jumat.

Untuk penjualan barang, dia mengatakan saat musim kemarau penjualan besi beton selalu lebih baik dari pada saat musim penghujan. Namun selisihnya tidak banyak, hanya sekitar 20% hingga 30%.

Peningkatan harga besi juga terjadi pada besi jenis lempengan. Untuk besi plat yang sebelumnya Rp7.000 per kilogram saat ini meningkat menjadi sekitar Rp11.000 per kilogram. “Jadi peningkatannya sudah mencapai Rp3.000 per kilogramnya,” kata pedagang lain, Sugiyanto.

Peningkatan harga tersebut sudah terjadi sejak awal tahun 2017. Namun menurutnya penjualan besi lebih mudah dilakukan saat harganya tinggi. “Saat harga tinggi, permintaan justru banyak. Saya juga tidak tahu alasannya,” kata dia.

Pasar Sidomulyo merupakan pasar tradisional dengan komoditas utama besi. Sugiyanto yang juga Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sidomulyo, menyebutkan ada sekitar 50 pedagang yang menempati pasar tersebut.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…