Sejumlah wisatawan mengunjungi Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Rabu (30/7/2014). Diprediksi pengunjung di lokasi wisata tersebut berkurang karena tidak ada hiburan khusus dan tarif masuk yang dinilai cukup tinggi. (Ayu Abriani/JIBI/Solopos) Sejumlah wisatawan mengunjungi Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Rabu (30/7/2014). Diprediksi pengunjung di lokasi wisata tersebut berkurang karena tidak ada hiburan khusus dan tarif masuk yang dinilai cukup tinggi. (Ayu Abriani/JIBI/Solopos)
Sabtu, 4 November 2017 07:35 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

Pengembangan 3 Kawasan Wisata Klaten Ini Tertunda karena Masalah Aset

Pengembangan tiga kawasan wisata di Klaten tertunda karena ada masalah aset.

Solopos.com, KLATEN — Tiga proyek pembangunan kawasan wisata di Klaten batal dilakukan pada 2017. Batalnya pembangunan itu lantaran terbentur persoalan aset.

Ketiga proyek itu yakni penataan kawasan Bukit Sidoguro dan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Proyek lain yakni pengembangan objek wisata Umbul Tirtomulyono, Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Joko Wiyono, mengatakan proyek penataan kawasan Bukit Sidoguro batal lantaran sempat terjadi perdebatan soal kepemilikan kawasan antara Pemkab Klaten atau Perum Perhutani. (Baca: Pemdes Krakitan Ingin Tiket Masuk Rowo Jombor Digratiskan)

Kawasan Bukit Sidoguro bakal ditata dengan penambahan gazebo dan spot selfie. “Bukit Sidoguro ada kendala administrasi aset. Alhamdulillah sudah klir bahwa Bukit Sidoguro 100 persen asetnya Pemkab Klaten dan sudah besertifikat. Rencana proyek penataan kawasan Rowo Jombor dilakukan pada 2018,” kata Joko Wiyono saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (3/11/2017).

Sementara rencana penataan kawasan Rowo Jombor juga urung dilakukan. Warung apung yang selama ini menjadi pusat kuliner itu rencananya dipindahkan ke kawasan daratan. Sedangkan Rowo Jombor dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai sarana irigasi.

Selain itu, rawa tersebut juga bakal digunakan sebagai wahana wisata air. “Kami akan koordinasikan dengan BBWSBS, pemerintah provinsi, dan pemilik warung apungnya. Kami selesaikan dulu administrasi dan aspek sosialnya,” ungkapnya.

Proyek pembangunan objek wisata Umbul Tirtomulyono batal dilakukan pada 2017 lantaran persoalan aset. Sebagian aset yang berada di kawasan pemandian itu masih tanah hak milik warga. Di objek wisata Umbul Tirtomulyono akan dibangun water park.

Selain itu, umbul itu dibenahi hingga menjadi kolam renang standar nasional. “Untuk pengembangan Umbul Tirtomulyono insya Allah akan kami lakukan pada 2018,” katanya.

Kabag Pembangunan Setda Klaten, Sigit Gatot Budiyanto, mengatakan proyek pembangunan kawasan wisata di tiga lokasi itu batal dilakukan pada 2018. “Umbul Tirtomulyono, Rawa Jombor, dan Bukit Sidoguro batal tahun ini terkait persoalan administrasi. Bukit Sidoguro itu ada persoalan terkait aset yang katanya sebagian masih milik Perum Perhutani. Persisnya seperti apa silakan langsung ke Disbudparpora,” katanya.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…