Presiden Joko Widodo berbincang dengan pemilik bengkel Kiat Motor, Sukiyat, saat meninjau prototipe pengembangan mobil pedesaan Mahesa di bengkel yang beralamat di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (17/9/2017) malam. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos) Presiden Joko Widodo berbincang dengan pemilik bengkel Kiat Motor, Sukiyat, saat meninjau prototipe pengembangan mobil pedesaan Mahesa di bengkel yang beralamat di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (17/9/2017) malam. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)
Sabtu, 4 November 2017 10:00 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

Mobil Pedesaan Mahesa Diproduksi Massal Per Maret 2018, Modal Rp1,5 Triliun

Mobil pedesaan Mahesa akan diproduksi massal.

Solopos.com, KLATEN – Rencana pengembangan kendaraan moda angkutan hemat pedesaan (Mahesa) dilakukan melalui konsorsium. Sementara, modal untuk produksi massal kendaraan itu dilakukan melalui investasi dengan nilai total Rp1,5 triliun.

Pemilik Bengkel Kiat Motor Klaten, Sukiyat, mengatakan pengembangan kendaraan itu masih dalam tahap penyusunan business plan. Selain itu, juga disiapkan untuk uji emisi prototipe kendaraan.

“Insyaallah Maret 2018 sudah bisa dimulai. Pabrik sudah ada dan sudah diproduksi. Diawali dari bengkel saya yang pertama [Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk],” kata Sukiyat saat ditemui di bengkelnya di Klaten, Jumat (3/11/2017).

Sukiyat mengatakan modal pengembangan kendaraan itu diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun. Soal biaya untuk mendapatkan modal tersebut dilakukan dengan investasi. (baca: Jokowi Dorong Mobil Pedesaan Diuji Emisi)

“Modalnya nanti dengan model 51 persen dan 49 persen. Modal 51 persen dari saya dan IOI [Institut Otomotif Indonesia] dan 49 persen harapan saya itu datang dari investor yang ada di Indonesia. Saat ini, sudah ada beberapa yang siap membantu,” ungkapnya.

Pada Jumat, Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartanto, bersama sejumlah pejabat Kemenperin didampingi Plt. Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengunjungi bengkel Kiat Motor. mereka meninjau prototipe kendaraan Mahesa yang saat ini sudah ada tiga unit.

“Dari pertemuan tadi hanya saya tegaskan supaya cepat. Kalau enggak cepat diproduksi ya bubar saya, guyonannya kan seperti itu. Makanya, tadi saya bilang tanggung jawabnya masing-masing apa. Menteri komitmen apa, dari IOI apa, plt bupati apa, dan saya apa. Jadi kan cepat,” kata Sukiyat sebagai inisiator kendaraan Mahesa.

Presiden IOI, I Made Dana Tangkas, mengatakan rencananya kendaraan itu diproduksi melalui konsorsium. “Konsorsium itu isinya dari berbagai komponen anak bangsa apa itu dari koperasi atau perusahaan. Produksi akan melibatkan banyak pihak untuk pembuatan kendaraan ini,” ungkapnya. (baca juga: Dijamin Murah, Ini Harga Mobil Pedesaan Produksi Sukiyat)

Menperin, Airlangga Hartanto, mendorong agar kendaraan Mahesa terus disempurnakan hingga bisa diproduksi massal. Soal perizinan, ia mengatakan tak jadi soal. “Kalau semua sudah siap dijamin bisa diproduksi massal. Kalau investasi business to business. Kalau pemerintah investasi kan lewat BUMN,” katanya.

Kendaraan Mahesa memiliki spesifikasi mesin diesel 650 cc berbahan bakar solar. Kecepatan maksimal kendaraan itu 55 km/jam dengan panjang 3,2 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 1,8 meter. Ada tiga prototipe yang dibikin yakni double cabin, single cabin, serta less desk.

Kendaraan pedesaan bersifat multifungsi untuk penumpang, barang, serta memiliki power take off (PTO) yang dapat disambungkan ke peralatan pertanian seperti mesin penggiling padi dan pompa air serta bisa dihubungkan ke generator listrik.

lowongan pekerjaan
Netra-Group, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Televisi Kita Bersengkarut

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (31/10/2017). Esai ini karya Abraham Zakky Zulhazmi, pengajar di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah abrahamzakky@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Program Rumah Uya sukses menyabet predikat talkshow terfavorit dalam…